-Anak-


Anak punya berbagai makna. Misalnya makna sebagai manusia yang belum lahir atau yang baru lahir, atau orang muda antara bayi dan remaja.  Bisa juga diartikan sebagai  keturunan dari orang tua atau seseorang. Bisa juga berarti seseorang yang sangat dipengaruhi oleh orang lain atau lingkungan tertentu. Makna lain adalah sebuah produk atau hasil dari sebuah usaha (https://www.merriam-webster.com/dictionary/child).

Dari makna tersebut, anak bisa muncul dalam berbagai bentuk. Jika ditilik lebih jauh dari makna harfiah, maka secara garis besar, anak merupakan keturunan dari sebuah upaya prokreasi jiwa dan raga. Hasilnya bisa beragam. Pekerjaan yang seseorang lakukan untuk keberlangsungan hidup keluarga atau dilakukan demi kepuasan jiwa merupakan anak dari orang tersebut. Karya seorang seniman atau akademisi adalah anak yang akan ditimang dan dibanggakan.

Dengan pemahaman yang luas seperti di atas, posisi kerja dan keluarga tidak perlu diposisikan berlawanan. Sistem ekonomi yang banyak berlaku di berbagai negara modern melihat keluarga dan pekerjaan profesional sebagai dua hal yang tidak harmonis. Hal ini diperkuat lagi oleh pemuka agama yang sering memberi nasihat tentang peran gender dalam keluarga, menekankan tanggung jawab istri sebagai ibu yang merawat generasi depan lebih penting daripada bekerja di ruang publik. Pemuka ekonomi modern dan cenderung kapitalistik senang sekali dengan pemuka agama yang berpikir seperti ini. Hasilnya adalah penghasilan perempuan di banyak profesi lebih kecil dibandingkan laki-laki. Sebagian perempuan yang menikah juga meninggalkan pekerjaan di ruang publik untuk bekerja di ruang domestik, dengan berbagai alasan yang diciptakan oleh sistem. Pilihan bagi perempuan sudah dikondisikan. Cara pandang perempuan juga jauh lebih terkondisikan. Alhasil, lengkap sudah internalisasi nilai untuk mendukung suatu sistem.

Jika dalam proses perjalanan hidup sebagai dewasa seseorang tidak pernah bertanya secara kritis tentang apa dan mengapa dia melakukan atau meyakini sesuatu hal, dapat dipastikan seseorang itu menjalani hidup dengan buta. Bertanya adalah awal dari upaya mereproduksi anak. “Kenapa kamu punya anak?” “Karena saya  sudah menikah dan sudah berhubungan seks dengan pasangan.” “Hmmm.”

Membesarkan anak dari suatu konsep sampai menjadi wujud secara biologis dianggap sebagai hukum alam. Bagi yang percaya dengan kekuatan gaib (Tuhan), hal itu menjadi sesuatu yang cukup diterima. Bagi sebagian lain, “proses kejadian” tersebut perlu dipelajari dan belum semuanya dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.

Anak dapat dibentuk sampai pada suatu tahap. Kemudian dia akan menjadi milik dirinya sendiri dan milik masyarakat. Kesenangan mempunyai anak tidak sebatas pada kelucuan yang muncul dari keluguan dan sebagai sebuah ide memiliki jangkauan operasional yang luas. Namun, kesenangan lainnya muncul dari kekuasaan “membentuk” pemikiran dan sikap seorang makhluk hidup sehingga mendapatkan “pengikut”. Ada yang memperhalusnya dengan istilah “regenerasi”.

Anak adalah sosok yang kritis. Semua yang ada di sekelilingnya adalah keajaiban. Tanpa dia sadari, dirinya sendiri adalah keajaiban. Keajaiban tersebut perlahan memudar dan menjadi biasa alias “terima sajalah”.

10 Februari 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s