Pendidikan dan Perbaikan Ekonomi


Biasanya tingkat pendidikan dianggap sebagai salah satu cara untuk memperbaiki kondisi ekonomi karena dengan ijazah dari lembaga pendidikan formal akan meningkatkan kesempatan kerja di suatu lembaga yang juga mapan dari sisi keuangan. Saya pernah ngobrol dengan seorang mahasiswa S2 di IPB dan memperkenalkan suatu LSM lokal di Sumatera Utara. Saya merasa dia cocok untuk bekerja di LSM ini, apalagi dia juga tinggal di sekitar Medan. Pertanyaan yang muncul adalah “keamanan ekonomi” alias jumlah gaji yang diterima, tunjangan, keamanan kerja, dll. LSM lokal ini tentu tidak dapat memberikan apa yang diinginkan teman saya.

Keinginan untuk mendapatkan keamanan kerja dari sisi ekonomi dan aman secara fisik dan psikis sangat wajar dan dapat dipahami. Sebagian besar teman saya yang bersekolah di S2 mengandalkan dana mandiri baik dari tabungan kerja atau dari orang tua. Tidak heran jika ada tuntutan dari diri sendiri dan orang tua agar dana yang sudah dikeluarkan dapat kembali dalam jangka pendek atau jangka panjang. Saat ini biaya SPP pascasarjana magister di S2 antara 9 juta sampai 13 juta per semester. Bisa dihitung sendiri pengorbanan waktu, tenaga, dan dana yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan gelar magister. Salah satu harapan dari penyandang magister ini adalah ilmu mereka dapat dihargai dengan pantas oleh industri, lembaga sosial, dan pemerintah.

Tempat kerja yang biasanya mampu memberikan “kepantasan” tersebut adalah perusahaan skala besar atau lembaga sosial internasional. Jadilah berbondong-bondong anak muda dengan pendidikan akademik tinggi ikut menghampiri “gula-gula” berupa lembaga dengan modal besar. Tidak ada yang salah dengan itu. Beberapa teman di lembaga sosial lokal merisaukan hal ini tapi cukup berdamai dengan mengatakan bahwa untuk melakukan pendampingan di akar rumput tidak semata-mata mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga aspek lain seperti kemauan mengambil risiko, keberpihakan, kepekaan terhadap masalah sosial, dan lain-lain.

Teori tentang pendampingan, penyuluhan, pemberdayaan, dan segala macam yang sudah diujikan di dalam kelas akan diuji kembali di lapangan. Masyarakat yang akan menilai kapasitas pendamping, bukan dosen atau komisi pembimbing. Bagi saya sendiri, keamanan ekonomi perlu diciptakan dan dikelola oleh diri sendiri. Pada posisi saya sekarang, riskan jika mengandalkan penghasilan hanya dari satu sumber. Apalagi saya tidak mendapatkan pensiun. Artinya saya harus menciptakan “sistem pensiun” bagi diri saya sendiri. Saya perlu pekerjaan yang dapat saya kelola dengan leluasa dan mengoptimalkan seluruh potensi yang saya miliki.

Pendidikan memang mahal tapi cara berpikir tentang keamanan ekonomi dan berstrategi untuk mengatasinya secara cermat jauh “lebih mahal”. Artinya mahalnya biaya pendidikan jangan sampai membuat orang berpendidikan memiliki ketergantungan tinggi terhadap pihak lain yang tidak berpihak pada kesejahteraan kita untuk jangka panjang.

Bogor, 29 November 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s