Masih perlukah pameran komputer?


Tanggal 2 November yang lalu saya mengunjungi BRI Indocomtech di JCC Senayan. Ini adalah kali pertama sejak 2011 saya mengunjungi pameran komputer di JCC. Terakhir kali menghadiri pameran komputer di JCC adalah tahun 2010. Waktu itu pameran diadakan awal tahun. Saya ingat sekali karena waktu itu saya baru menikah bulan Februari 2010 lalu 2011 pindah ke Malang sehingga tidak pernah lagi ikut pameran komputer. Di pameran 7 tahun yang lalu itu, suami membeli netbook Zyrex yang dia pakai sampai sekitar 2015.

Saya merasakan ada banyak perbedaan dengan pameran komputer tahun ini. Pertama, dari sisi tiket masuk. Kali ini pengunjung harus menggunakan Brizzi dari BRI untuk masuk ke pameran. Otomatis pengunjung yang tidak punya Brizzi harus membelinya. Harganya lumayan untuk tingkat siswa SMP-SMA yang berkantong pas-pasan. Ketika datang ke pameran, ada dua siswa laki-laki di depan saya yang ragu-ragu untuk masuk dan menimang-nimang uang 50 ribu di tangannya. Biaya masuknya juga lumayan mahal yaitu 20 ribu untuk hari biasa dan 30 ribu untuk akhir pekan.

Perbedaan kedua, dari sisi jumlah tenant atau penjual yang jauh berkurang dibanding tahun 2010. Jumlah peserta (toko) yang berkurang memengaruhi daya tarik Indocomtech karena biasanya penjual eceran atau toko yang banyak memberi gimmick, hadiah atau berbagai diskon kepada calon pembeli. Entah karena saya berkunjung pada hari kerja, tapi pengunjung yang datang ke Indocomtech tanggal 2 November tidak banyak. Ruangan terasa lengang dan tidak berdesak-desakkan. Saya sih suka karena lebih nyaman untuk melihat-lihat barang dan tidak tubruk sana-sini. Bahkan saya berkeliling 4 kali sampai pusing sendiri.

Perbedaan ketiga, dari segi harga. Terus terang, harga yang ditawarkan toko kurang bersaing dibanding toko online. Memang sepertinya toko online/daring memengaruhi antusias dan jumlah pengunjung di pameran komputer. Di dalam pameran, toko online seperti tiket.com, Tokopedia, dan blibli.com membuka stand cukup besar. Mungkin itu sebabnya tidak banyak toko atau reseller menyewakan stand karena selain harga sewa stand mahal, mereka juga merasa sudah terwakili dengan adanya toko-toko daring tempat mereka menjual produk. Harganya bahkan lebih murah di toko daring. Contohnya hardisk external 1 TB yang dijual sekitar 900 ribu di Indocomtech, bisa dijual seharga kurang dari 800 ribu di Shopee dan bebas ongkos kirim.

Pameran komputer ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan Tech in Asia dengan tema “Connecting Asia’s Tech Ecosystem”. Hajatan tingkat Asia ini banyak melibatkan startup di bidang bidang teknologi. Lokasinya bersebelahan, Tech in Asia di Hall B sementara pameran komputer di Hall A.

Saya menyayangkan jika Indocomtech belum mengemas tujuan pameran komputer secara berbeda sesuai perkembangan. Nantinya bisa tutup seperti beberapa mal di Jakarta. Lagipula, harga komputer dan perangkat yang dijual tidak ramah untuk calon pembeli dengan dana sekitar 5-6 juta seperti saya. Saya hanya mendapat tumbler dari stand Tiket.com dan beberapa brosur. Setelah itu saya pulang. Dalam perjalanan, saya membuka aplikasi OLX dan Instagram mencari laptop seken dengan spesifikasi sesuai kebutuhan dan harga sesuai anggaran. Lain kali, tidak perlu ikut pameran komputer/perangkat seperti ini karena selain memakan waktu, biaya transportasi, dan biaya tiket, harga produknya juga tidak sesuai dengan kantong.

Bogor, 4 November 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s