Pengalaman-Saya

Headset


Pagi ini aku naik KRL (Kereta Rel Listrik) dari Bogor menuju Manggarai. Perhentian terakhir KRL yang aku tumpangi di Tanah Abang. Aku naik di gerbong khusus perempuan. Pada saat menuju Cilebut, aku mendengar suara musik yang cukup kencang. Sepengetahuanku penumpang di KRL biasanya menggunakan headset di telepon mereka sehingga musik yang didengarkan khusus bagi telinga mereka sendiri. Toh tidak semua orang punya selera musik yang sama. Aku pun celingak-celinguk mencari asalnya suara. Bukan cuma aku, beberapa penumpang lain juga melakukan hal yang sama.

Sumber musik itu ternyata dari HP seorang ibu yang membawa seorang anak perempuan. Lucunya, ibu itu menggunakan headset di HP-nya tapi suara musiknya masih keluar dari speaker. Ada juga orang unik kayak gini, pikirku. Entah dia sadar atau tidak. Sampai aku turun di Manggarai suara musiknya tetap terdengar. Selera musiknya sama dengan selera ibuku. Macam The Mercy’s, Trio Ambisi, Eddy Silitonga, Rinto Harahap. Oldies 90s. Alhasil, aku yang dalam perjalanan mudik makin kangen sama ibu.

Musiknya agak mengganggu karena selain suaranya keras, orangnya seperti tidak peduli kalau suara juga keluar dari speaker. Aku cuma sulit bayangkan sebesar apa suara yang dia dengarkan langsung ke telinganya. Aku bergegas turun di Stasiun Manggarai dan  senang luar biasa bisa terbebas dari suara musik tadi.

Jakarta, 20 Juni 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s