Pengalaman-Saya

Kemewahan Membaca


Alasan utama aku kuliah lagi adalah mendapatkan dorongan dan waktu untuk membaca. Sebuah kemewahan. Ketika bekerja, bacaanku sebatas tentang pekerjaan. Memang berguna, tapi rasanya ada yang kurang. Aku belum menguasai semua hal di bidangku, tetapi ada glitikan yang berujar: mungkinkah untuk dapat benar-benar memahami bidangku, aku perlu belajar hal yang lain?

Aku masih teringat Fisika, Sejarah, dan Sastra Indonesia. Gila!! Aku dulu pernah ingin masuk Sejarah dan Sastra Indonesia. Aku tidak pernah menyesal dengan Ilmu Perpustakaan dan Kajian Gender. Keduanya anugerah terindah.

Pada saat kuliah sekarang, aku masih bergulat menemukan “urat geli”. Apakah karena caraku melihat pendidikan formal sudah berbeda dari sebelumnya sehingga lebih sulit menemukan “kenikmatan”? Apakah aku memiliki ekspektasi yang tidak realistis dengan kondisi pendidikan tinggi sekarang?

Anehnya, aku merasa “nyaman” dengan perkuliahan yang didapat dari program studi matematika. Padahal aku bukan orang yang pandai matematika. Aku juga bukan penggemar matematika. Aku merasa aneh sendiri. Aneh sekali. Biasanya aku tahu apa yang aku mau dan aku akan menyukainya.

Apa yang terjadi denganku?

Bogor, 5 Juni 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s