Pengalaman-Saya

Springbed


Aku mulai tidur di atas springbed pada tahun 1997. Seingatku seperti itu. Pada tahun itu keluargaku pindah ke Kalisari. Orang tuaku membeli springbed baru dan aku mendapatkan lungsuran.

Aku kadang tidur-tiduran di atas springbed orang tua tapi ketika menjadi milik kita sendiri, rasanya berbeda sekali. Aku sangat menyukai springbed dibanding kasur berisi kapas karena daya pentalnya lebih terasa. Springbed juga tidak cepat kempes. Tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut.

Springbed adalah kemewahan. Aku hanya mendapatkannya jika orang tuaku sudah mempunyai yang baru. Sejak itu aku sulit berpaling ke kasur kapas. Kalaupun bisa, hanya beberapa hari.

Harga springbed lebih mahal dari kasus kapas. Makanya aku sebut sebagai kemewahan dalam beristirahat. Tetapi tidak berhenti di situ. Sejak beberapa tahun yang lalu ada teknologi kasur latex. Aku pernah mencoba kasur latex yang sangat bagus. Biyuh, nyaman banget. Kemewahan ini juga harus dibayar mahal.

Istirahat dalam suasana tenang, di atas kasur yang nyaman, dibalut selimut yang hangat merupakan kemewahan. Tidak salah jika ada orang yang mengatakan aku orang kaya karena memang aku menikmati gaya istirahat yang mewah.

-0-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s