Pengalaman-Saya

Bis Surat


Bangun tidur langsung terpikir tentang bis surat. Aku lahir ketika bis surat masih menjadi cara utama berkirim surat. Aku merasa beruntung berada di tepi zaman. Anak-anak yang terlahir dengan perangkat komunikasi canggih mungkin tidak merasakan pengalaman ini. Ada sensasi harap-harap cemas ketika memasukkan surat ke dalam kotak besi.

Bis surat ada di beberapa lokasi strategis. Aku harus menghampiri lokasi itu. Kadang melihat tampilan bis surat yang karatan dan warnanya compang-camping, aku membatin, “Apakah bis surat ini masih dibuka?” Selalu ada pertanyaan, kapan jadwal pengambilan surat, berapa lama surat akan sampai, dan sebagainya. Di bis surat tidak ada informasi jadwal pengambilan jadi pengguna harus menebak sendiri.

Saat ini sepertinya tidak banyak bis surat tersisa karena ada pemain baru dalam bisnis ekspedisi. Kualitas mereka seringkali lebih bagus karena aku pernah punya pengalaman mengirim surat yang tidak sampai ke tujuan. Perasaan kesal, marah, dan kecewa campur aduk.

Sampai dengan 2014, aku masih berkirim surat meskipun tidak melalui bis surat. Namun paling tidak pengalaman berkirim surat melalui ekspedisi pos melatih proses menulis surat, menulis gagasan secara runut dan merangkai sebuah cerita dengan tulisan tangan. Menulis dengan tangan bisa dikatakan menghibur dan bagian dari terapi berpikir spontan.

Sejak menggunakan komputer dan memakai ponsel cerdas, aku makin jarang menulis. Tulisanku semakin berantakan, semakin sulit berpikir dan menulis spontan, dan kadang malas menulis. Belum lagi aku punya blog. Kalau aku menulis tangan, aku harus mengetiknya lagi. Aku makin sering menulis di komputer.

Sejak menjadi mahasiswa lagi, aku makin rajin menulis tangan karena sebagian dosen mewajibkan kami membuat tugas dan ujian secara tertulis. Mungkin ini yang mengingatkanku dengan bis surat. Mungkin karena romantisme bis surat dari generasi lama, tetapi aku bisa ada di sini dan menulis di blog ini karena melalui proses menulis surat dengan tangan dan mengirimkannya melalui bis surat.

Bogor, 17 Januari 2017

Sumber foto: https://hesadrian.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s