Pengetahuan-Saya

Revolusi Buang Air Besar


Salah satu tugas dari mata kuliah Falsafah Sains adalah menganalisis video berjudul Squatty Potty® toilet stool_ How toilet posture affects your health. Silakan dicari di youtube.com. Berikut ini analisis saya.

Menonton video Squatty Potty membuatku tersenyum. Tidak lain karena suamiku sendiri ketika BAB (Buang Air Besar) selalu jongkok, bahkan di toilet duduk. Dia merasa lebih nyaman dengan cara itu. Lain halnya dengan orang tuaku yang memilih toilet duduk karena berjongkok dalam waktu lama membuat kaki mereka kesemutan dan sulit untuk berdiri. Aku sendiri nyaman menggunakan toilet jongkok atau duduk sepanjang ruang toilet bersih dan terawat.

Setelah mencari rujukan dan menonton kembali video Squatty Potty, aku baru mengerti bahwa nama itu adalah sebuah merek dari AS. Pemilik mereknya seorang desainer Amerika, bukan seorang dokter. Di awal videonya, dia membuka dengan adanya teori bahwa toilet duduk dianggap sebagai modernisasi dari barat yang menekankan pada kemewahan, kenyamanan, dan bagian dari industri.Kemudian dikutiplah hasil penelitian dari Stanford University, sebuah perguruan tinggi yang mapan dan memiliki perbawa akademik dan sosial yang tinggi, untuk mendukung pendapat dan pengalamannya.

Video promosi Squatty Potty di pertengahan menyatakan bahwa “the science is simple”. Secara filosofis, sains memang sederhana tetapi kemudian ada tambahan “the concept is pure” yang terkesan “menjual”. Membuat video promosi dari sebuah “produk baru” bukan pekerjaan mudah. Di bagian awal video, pembuat video sudah menjelaskan bahwa selama manusia ada di dunia, jongkok adalah cara alami untuk BAB. Dengan kata lain, toilet jongkok bukan barang baru. Promosi ini mungkin tidak ditujukan ke masyarakat Asia karena sebagian besar masih memiliki dua jenis toilet dengan berbagai alasan. Namun bagi penduduk negara Eropa dan Amerika Utara, sebagian besar
masyarakatnya mungkin belum pernah melihat apalagi merasakan toilet jongkok.

Untuk keperluan penjualan, tentu si pembuat video perlu menunjukkan kekhasan produk dengan mengatakan: “We’re breaking the silence”. Mungkin karena informasi seputar dampak toilet duduk belum banyak diketahui orang sehingga dianggap pendobrak tabu. Namun mengubah desain toilet yang sudah ada kemungkinan besar akan menyulitkan dan memberatkan. Mengubah postur BAB saja sudah suatu hal yang besar. Maka sang desainer membuat inovasi dudukan kaki agar postur tubuh sama seperti berjongkok sehingga tidak perlu membongkar atau mengganti toilet. Hal yang bisa dilakukan dengan berbagai alat bantu, tidak mesti Squatty Potty.

Inovasi ini dianggap lebih mudah dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aspek kesehatan, kemewahan, dan kenyamanan. Kata “simple” diulang lagi sebagai bagian dari solusi. Beberapa detik kemudian kata yang sama diulang kembali karena pada dasarnya manusia menyukai sesuatu yang sederhana dan praktis. Apalagi jika diberi keterangan “direkomendasikan oleh dokter” untuk menunjukkan legitimasi keilmiahan. Di bagian akhir, pembuat inovasi mengajak penonton melakukan revolusi. Kembali berjongkok untuk BAB merupakan revolusi gaya hidup. Aku setuju bahwa ilmuwan adalah bagian dari penggerak revolusi yang mendobrak tabu dengan memberikan solusi sederhana bagi masalah kehidupan yang begitu pelik seperti buang air besar. Revolusi BAB.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s