Pengalaman-Saya

Mengapa di Indonesia?


Sujud syukur pada Allah SWT, aku lulus seleksi beasiswa LPDP untuk melanjutkan kuliah doktoral. Aku memilih di IPB (Institut Pertanian Bogor). Rencana akan ambil Departemen Penyuluhan Pembangunan. Ada beberapa pertanyaan seputar pilihanku untuk kuliah doktoral di Indonesia. Mungkin karena pendidikan sarjana dan master sudah aku tempuh di Indonesia, sebaiknya mencari pengalaman dan membangun jejaring di luar negeri. Namun ada banyak hal yang menjadi pertimbangan.

  1. Orang tua. Sejak 5 tahun yang lalu orang tua sudah terbiasa dengan keberadaanku yang hanya satu jam perjalanan dari rumah mereka di Pandaan, Pasuruan. Jika ada berbagai keperluan, mereka akan menghubungiku untuk minta pertolongan atau mengajak jalan-jalan. Waktu berkualitas bersama mereka sangat penting. Ketika memilih di IPB pun, bapak saya menyarankan untuk mencari universitas di Malang atau Surabaya. Pertimbangan lainnya adalah beasiswa LPDP hanya memberi uang tiket 1 kali PP. Artinya kalau kuliah doktoral 3 tahun di luar negeri, aku akan mengalami kesulitan untuk mudik atau sekedar menjenguk mereka jika ada keperluan mendesak.
  2. Suami. Suamiku punya hobi dan profesi memetakan potensi ekonomi, sosial, dan lingkungan dari goa-goa yang ada di Malang Selatan. Menurutku tidak banyak orang yang memiliki ketertarikan, komitmen, dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan ini. Hampir semua kegiatan itu dilakukan secara sukarela bersama kawan-kawannya di Impala UB. Aku mendengar sudah ada investor dari Cina yang tertarik menambang goa di Malang Selatan untuk bahan semen. Sebaiknya dia tidak dijauhkan dari habitatnya. Hanya segelintir orang yang memiliki pengetahuan dan peduli dengan goa serta ekosistem di dalamnya.
  3. Komunitas aktivis perempuan di Indonesia. Aku besar di komunitas aktivis perempuan muda Indonesia atau FAMM. Aku merasa perlu merawat hubungan tersebut untuk kerja pengorganisasian selanjutnya. Aku percaya bahwa jaringan tersebut yang akan membuka jalan, bukan semata gelar doktor. Aku beberapa kali mendengar beberapa orang yang pulang dari studi di luar negeri dan berusaha keras menyesuaikan diri mereka dengan kondisi di tanah air dan merajut kembali relasi untuk mendukung kerja mereka. Komunitas aktivis perempuan di tanah air membantuku dalam penelitian nanti dan membumikan penelitianku dengan kerja yang mereka lakukan.
  4. Usaha transkrip. Aku merintis usaha transkrip di akhir 2010 dan terus berkembang sampai sekarang. Aku pendiri, pengelola, dan pekerjanya. Usaha ini adalah kebanggaanku dan jaminan hari tuaku. Aku belajar banyak dari mengelola usaha sendiri baik dari aspek teknis manajemen sampai dengan komunikasi dan kepemimpinan. Aku sudah memiliki tim yang handal yang sulit ditinggalkan. Masih banyak pekerjaan untuk diperbaiki.

Cukuplah 4 alasan di atas sebagai pertimbangan utama aku memilih untuk melanjutkan kuliah di Indonesia. Tiga tahun adalah waktu yang lama. Semoga aku bisa menjalaninya dengan lancar.

Malang, 26 September 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s