Pengalaman-Saya

Ruang kosong


Kemarin malam aku menonton film Chloe and Theo di rumah. Aku lupa bagaimana mendapatkan film itu, apakah dari menyalin dari koleksi warnet atau dari suami. Bintang film itu adalah seorang laki-laki paruh baya dari suku Inuik. Dia datang ke New York dalam upaya menyampaikan pesan dari sesepuh mengenai “Matahari yang marah”. Akibat kemarahan matahari, es mencair, Inuik kesulitan mencari makan, musim berganti pola, dan bahaya lebih besar akan datang.

Theo digambarkan sebagai seorang Inuik bersahaja yang berusaha beradaptasi tapi juga mengkritisi gaya hidup masyarakat modern. Theo dimainkan oleh seorang Inuik. Dia melihat manusia modern justru memproduksi lebih banyak sampah, membeli banyak barang yang tidak mereka perlukan atau bukan kebutuhan primer, mempunyai rumah luas yang sebagian besar kosong dan ditempati beberapa jam dalam sehari. Kritiknya yang terakhir sangat menyentuh karena aku tadinya berpikir bahwa mempunyai rumah besar dengan tanah yang luas adalah satu hal yang ideal. Barang-barangku makin banyak sehingga ruang kosong semakin sedikit. Mungkin daripada mencari ruang yang lebih besar, aku bisa mengeluarkan sebagian barang-barang tersebut.

Barang-barang tersebut diproduksi secara massal, di pabrik dengan tenaga kerja, bahan baku dan energi yang besar. Energi diambil dari alam dan menghasilkan limbah. Semakin banyak produksi, semakin banyak limbah, semakin tinggi tekanan terhadap bumi. Namun, produksi selalu dianggap hal yang positif, berhubungan dengan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

Theo juga melihat ada keanehan dalam cara hidup masyarakat modern yang mendirikan dan hidup di bangunan tinggi karena bangunan tersebut menutupi cahaya matahari untuk “menyentuh” tanah. Cahaya matahari adalah kemewahan dan anugerah bagi masyarakat Theo. Manusia perlu menikmati cahaya matahari.

Theo mendapat bantuan dari kelompok yang tinggal di jalanan menyebarkan pesannya melalui media sosial dan talkshow di tivi. Tidak jelas perubahan yang terjadi tapi paling tidak ada beberapa cara pandang berbeda yang ditawarkan oleh karakter Theo. Film yang sangat aku rekomendasikan.

Malang, 7 September 2015

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s