Pengalaman Scalling di Klinik Griya Bromo


Jam 9 pagi hari ini aku berkunjung ke Klinik 24 jam Griya Bromo yang berlokasi di Jl. Bromo no.7, Malang. Sejak jauh-jauh hari aku ingin mencoba BPJS kesehatan untuk membersihkan karang gigi alias scalling. Aku baca di internet ada yang mengatakan BPJS kesehatan bisa digunakan dan ada yang bisa. Kemarin aku baca di http://www.lapor.go.id, staf BPJS kesehatan menulis bahwa kartu BPJS bisa digunakan untuk scalling dengan plafon 1 kali setahun. Artinya, kalau mau scalling 2 kali setahun, salah satunya harus membayar sendiri.

Seingatku sudah setahun yang lalu melakukan scalling. Aku sudah merasakan tumpukan plak di deretan gigi bagian dalam. Saatnya pembersihan. Aku siapkan fotokopi BPJS kesehatan, kartu pasien Griya Bromo dan mengambil nomor urut. Pasien dokter gigi biasanya sangat sedikit dibandingkan pasien umum. Jam 9.15, aku mendapatkan nomor urut 4. Praktek dokter gigi dari jam 9.00-12.00.

Aku diminta untuk masuk ke bagian dalam klinik karena praktek dokter gigi berbeda dari dokter umum. Hiii, aku takut. Sejak tahun 2003, aku rutin membersihkan karang gigi setiap tahun. Kalaupun mesti membayar tidak masalah. Terakhir tahun 2014 aku membersihkan gigi di klinik swasta di Oro-oro dowo, Malang dengan membayar Rp 300.000. Dokternya perempuan dan she’s very good. Aku tidak merasa terlalu sakit. Ngilu sedikit saja. Ruang periksanya juga harum dan ada musik terapi yang slow. Di Klinik Griya Bromo juga ada musiknya meskipun bukan untuk membuat pasien santai. Terpenting sih ruangan bersih.

Akhirnya aku dipanggil. Dokternya perempuan dan kelihatannya masih muda. Aku ditanya tentang keluhan yang dialami kemudian diminta duduk di kursi yang ngeliatnya aja bikin ngilu. Aku buka sepatu meskipun tidak masalah kalau aku pakai. Tapi entahlah, aku terlanjur grogi duluan dengan kursi dan peralatan gigi.

Dokter gigi beraksi. Awalnya oke, ngilu sedikit. Rupanya pemanasan karena setelah itu makin sakit dan makin berdarah. Beneran, ngilu banget dan aku bisa merasakan kalau gusiku berdarah. Kasian gusiku. Menurut dokter, sepertinya aku terbiasa mengunyah di rahang bagian kiri sehingga gigi di rahang bagian kanan lebih banyak plak. Semakin sering gigi digunakan untuk mengunyah, semakin sedikit plak/karang gigi yang menumpuk. Oke, oke. Dia juga mengatakan bahwa sepertinya ada kesalahan dalam menyikat gigi. Gigi bagian luar sudah bagus, tapi untuk gigi bagian dalam menyikatnya harus satu arah yaitu keluar. Jangan diusap keluar masuk. Baiklah.

Sekitar 30 menit kemudian proses scalling selesai. Yay, yay!! Aku diminta untuk berkumur dengan air garam di malam hari. Dokter gigi mengatakan bahwa air garam atau betadine lebih baik daripada menggunakan produk pengharum napas yang ada di pasaran. Produk tersebut tidak ampuh mengurangi plak dan tidak baik menggunakannya terlalu sering. Baiklah.

Wah, aku menjilati seluruh gigi depan, belakang, bagian dalam dan luar. Yummy! Clean! Sakit sedikit gak masalah. Jangan takut untuk membersihkan gigi untuk gigi dan gusi yang sehat dan kuat, serta napas yang lebih baik. Terutama karena ini habis lebaran ya, plak pasti bertebaran di seluruh gigi. Coba deh pake BPJS Kesehatan untuk scalling. Sekali setahun lebih baik daripada tidak sama sekali.

Malang, 3 Agustus 2015

Advertisements

One thought on “Pengalaman Scalling di Klinik Griya Bromo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s