Perjalanan-Saya

Candi peradaban Khmer


Tanggal 2 Februari 2015 lalu aku dan Elin, seorang teman, mengunjungi Kamboja untuk urusan pekerjaan. Berhubung acara koordinasi hanya makan waktu 2 hari, kami menggunakan sisa waktu untuk mengunjungi Candi Angkor Wat di Siem Reap.

Ini adalah kunjungan pertama kami ke Kamboja. Aku sangat senang dan bersemangat. Dari Malang, aku harus ke Jakarta dulu menggunakan Garuda kemudian menyambung dengan Singapore Airlines dan Silk Air. Kami singgah 8 jam di Changi airport. Meskipun disediakan balai untuk tidur di tempat terbuka di ruang Oasis dan Sanctuary tapi desain balai kurang nyaman dan tengah malam ada petugas bandara yang menginspeksi dan membangunkan kami untuk menunjukkan paspor dan boarding pass.

Rapat pekerjaan selesai tanggal 3 Februari sore. Kemudian kami langsung ke restoran Titanic di pinggir Sungai Mekong. Restoran ini sangat besar dan populer dikunjungi turis domestik dan mancanegara. Restoran berarsitektur Khmer dan ada bagian outdoor dan indoor.

titanictitan

Tempatnya sangat nyaman dengan parkir yang luas. Di dekat situ juga ada sebuah kapal besar dua tingkat yang dijadikan restoran. Tadinya aku pikir kami akan makan di sana, ternyata kita makan di Titanic. Menurutku Titanic tidak begitu spesial kecuali pemandangan Sungai Mekong dan kota Phnom Penh di seberangnya. Makan bersama ini sebagai farewel dinner sebelum kami berangkat ke Siem Reap pada malam itu juga.

Aku memesan nasi goreng tapi disajikan nasi goreng dingin dan tidak ada rasanya. So better order Amok, itu makanan yang lebih enak.

Melalui teman kantor yang asli Kamboja, kami berdua memesan bus Giant Ibis. Aku baca bus ini yang paling nyaman dengan pelayanan dibanding bus lainnya seperti Mekong Express. Harga satu kali jalan adalah $15/orang. Oya, di Kamboja lebih aman jika kita memiliki US$ daripada mata uang lokal Riel. Tuktuk pun pakai Dollar.

Bus malam Giant Ibis memiliki beberapa jadwal dalam sehari (http://www.giantibis.com/schedule.php). Kami memesan bus jam 11:00 malam. Kami diantar ke pangkalan Giant Ibis yang bisa dijangkau dengan jalan kaki sekitar 10-15 menit dari Titanic restoran atau kurang dari 5 menit dengan kendaraan bermotor. Kami menunggu selama 90 menit di pangkalan bus. Bukti pembelian ditukar dengan tiket. Kami menempati bangku 3A dan 3B. Kami kira bentuknya bangku. Setelah melihat penumpang lain, akhirnya kami tahu bahwa bangku di dalam bus diganti menjadi tempat tidur dan dibuat layaknya dipan 2 tingkat. Kami berada di bagian bawah dan formasi tempat tidur 2-1, sehingga turis yang bepergian sendiri akan diberikan dipan sendiri, tidak berpasangan.

Giant Ibis sangat nyaman dan tidak membuat capek untuk perjalanan jauh. Aku dan Elin merasa segar ketika sampai di Siem Reap jam 05:45. Kalau di bus pulau Jawa, supir bus senang menyalip dan bikin kaget penumpang, tidak halnya dengan supir Giant Ibis. Aku hanya terbangun ketika kondisi jalan tidak bagus sehingga agak goyang. Aku membayangkan ada bus atau kereta api semacam ini untuk rute Jakarta-Malang atau Malang-Yogyakarta. Selain dipan, Giant Ibis juga memberikan sebotol kecil air mineral, selimut tipis, koneksi wifi (bukan basa-basi), toilet. Oya bus ini juga nyaman karena AC-nya tidak terlalu dingin seperti di kereta api eksekutif di Pulau Jawa.

giantibis

Sesampai di Siem Reap, kami cuci muka dan buang air dulu di pemberhentian kecil. Di sana sudah ada beberapa supir tuktuk yang mencari pelanggan dengan bahasa Inggris ala kadarnya. Kami memberikan alamat penginapan dan nego harga. Awalnya ada yang minta $2/orang tapi teman kami di PP sudah mengatakan bahwa biayanya hanya $1 untuk sekali jalan. Akhirnya deal di harga $2/tuktuk.

Hawa dingin Siem Reap membuat kami optimis kalau kunjungan ke candi nanti tidak akan terlalu panas. Ramalan kami ternyata salah :). Berhubung banyak perjalanan dilakukan dengan tuktuk, aku sarankan pengunjung menggunakan pelindung kepala dan rambut (topi, jilbab, scarf) dan kalau bisa penutup hidung karena PP dan SR sangat berdebu.

Kami diantar ke Hotel Sam So yang dipesan kawan. Kami mendapatkan harga lokal yaitu $8/malam/kamar karena teman kami lupa memberitahukan kalau kami orang asing. Harga normal untuk turis asing $13/malam/kamar untuk kamar double bed dengan kipas angin, tanpa makan pagi, tanpa AC, tanpa air panas. Fasilitas AC dan air panas tetap ada di kamar tapi tidak dapat digunakan jika kita sudah memesan layanan tanpa keduanya. Kami datang terlalu pagi sehingga belum ada kamar yang kosong. Namun kami boleh mandi di rumah pemilik yang bersebelahan. Kami juga langsung pesan tuktuk untuk diantar ke Angkor Wat selama seharian dengan biaya $15.

Hotel Sam So termasuk aman dan nyaman. Kamarnya luas, kamar mandi luas tapi karena tidak pakai air panas, kami bingung cara mandi. Alhasil kami mandi dari keran toilet karena shower hanya berfungsi untuk air panas. Atau mungkin kami tidak tahu caranya. Di dalam kamar disediakan air mineral, TV saluran lokal, alat mandi, dan handuk. Dengan harga minim, hotel ini sangat bersih dan bagus. Sila dicek di http://www.samsoguesthouse.com.

kamar-3 kamar-1

kamar-2

Komplek Candi Angkor Wat ternyata sudah buka sejak jam 5 pagi. Kami istirahat sebentar, mandi dan berangkat pukul 07:30. Tiket masuk ke Angkor Wat $20/orang untuk 1 hari. Untuk 3 hari dan satu minggu ada harga khusus. Di setiap pintu masuk candi, pengunjung harus menunjukkan tiket masuk tersebut ke petugas. Setelah masuk komplek candi, kami sarapan dulu di rumah makan dengan harga $3.50 (termasuk minum teh manis). Jangan lupa membeli atau membawa topi lebar serta sunglass agar lebih nyaman karena SR sangat panas dan berdebu.

Rute kami ditentukan dari samso guesthouse yaitu: Angkor Wat (candi terbesar), Angkor Thom, South gate, Bayon, Elephant temple, Ta Phrom, dan satu candi lagi yang aku lupa namanya. Meskipun ada tuktuk, pengunjung harus berjalan ke dalam candi dan berjalan ke candi lain yang berdekatan. Kami berdua merasa capek dan mencari-cari supir kami, Bong Lay. Usahakan untuk mencatat nomor telepon supir tuktuk tapi biasanya mereka sangat profesional, rapi dan selalu siap menunggu pelanggan di pemberhentian selanjutnya.

angkor-4 angkor-2 angkor-1angkor-3

Di Angkor Wat kami tertarik untuk menyewa pemandu. Sayangnya, hampir semua pemandu adalah laki-laki. Kenapa ya? Dia menawarkan harga $15 untuk seluruh Angkor Wat. Kami nego $10 tidak bisa, akhirnya dapat harga $12. Namun kami kecewa karena dia tidak sampai ke seluruh Angkor Wat. Jadi saranku, jangan sewa pemandu. Cukup beli bukunya yang dijual di sana seharga $6 (buka harga $27-$20 tapi harus ditawar terus) dan sudah dapat info dan gambar-gambar yang bagus.

Kami makan sore di restoran disekitar Angkor. Kami ingin kembali makan di tempat makan pagi tapi menurut Lay tidak bisa karena rutenya berbeda. Akhirnya ke tempat makan lain yang lebih mahal. Kami pesan ikan fillet satu porsi dengan 2 nasi dan telor ceplok bersama 2 minuman dingin. Total harga $10. Jadi $5/orang. Lumayan.

Selesai makan, kami kembali ke guesthouse. Sebelum istirahat, kami foto bersama Bong Lay.

angkor-11

Besoknya kami kembali ke Phnom Penh. Kami pesan tuktuk yang sama dengan harga $8 ke bandara, uang dibayarkan ke resepsionis. Harga tiket Bayon Cambodia Airlines $27/orang untuk sekali jalan. Harganya jauh lebih murah daripada Angkor Air tapi Bayon Air hanya ada di hari-hari tertentu makanya kami tidak bisa naik pesawat pulang pergi. Pesawatnya kecil seperti Wings Air. Bedanya kalo Wings air dengan harga yang sama tidak dapat snack. Di Bayon kami mendapat snack (kue dan air mineral kecil) dan tidak ada airport tax. Mungkin include dalam tiket tapi harusnya Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama untuk seluruh bandaranya.

Puas sekali dengan kunjungan kali ini. Benar-benar berkesan!

angkor-13

Cheers

Jakarta, 9 Februari 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s