Pengetahuan-Saya

Pengalaman dengan berbagai bank


Saat ini aku sedang memperbaiki catatan keuangan TranscriptDOC. Selama kurang lebih 4 tahun, aku sendiri yang mengurus pembukuan, transkrip, transfer dana, pengiriman invoice, dll. Aku memperkerjakan keponakan sendiri yang sedang kuliah akuntansi.

Setelah mengecek bahan-bahan untuk dirapikan, aku cek tidak ada catatan bank di tahun 2011.

Sejak awal membuka rekening, aku tidak diberikan buku tabungan. Kalau tidak salah, aku dikirimkan via e-mail bisnis yang kemudian pindah e-mail hosting. Setelah aku pindah ke Malang, aku minta dikirimkan transaksi via pos.

Aku cek di e-banking Bank Danamon, mereka hanya bisa mengambil data transaksi maksimal 90 hari ke belakang. Lalu aku mendatangi Bank Danamon untuk minta cetak rekening koran sejak 2011. Staf layanan pelanggan berkonsultasi dulu ke atasannya. Kemudian dia menjelaskan bahwa untuk mencari dan mengambil data transaksi beberapa tahun lalu dikenai biaya sebesar Rp 50.000. Aku terkejut. Biaya untuk mencari data transaksi pelanggan sebesar itu? Demi kelancaran keuangan, aku pikir tidak masalah. Aku setuju. Kemudian ada biaya lagi Rp 5.000/lembar untuk cetak rekening koran. Aku setuju juga, setahuku biasanya memang ada biaya. Kemudian aku tanyakan kapan bisa aku ambil hasilnya. Jawabannya lebih mengejutkan. Bank Danamon tidak bisa memberikan perkiraan waktu tersedianya data transaksi yang aku minta.

Aku sempat bengong tidak percaya. Jadi seperti ini akhir hubungan kita? Tidak ada kepastian.

Belum selesai aku terheran, staf layanan pelanggan mengatakan bahwa jika aku setuju maka aku diminta untuk membuat surat permohonan melacak transaksi 2011-2012 ke Bank Danamon. Formatnya bebas. Aku berpikir, is it worth my time? Aku bekerja dia 2 tempat dan aku sedang mempersiapkan sebuah lokalatih. Aku tidak akan sempat. Aku juga merasa bank ini tidak lagi memudahkan aku untuk melakukan pekerjaan dan mulai mengenakan biaya untuk transfer antar bank, perubahan tampilan e-banking, dan sekarang kasus ini. Akhirnya aku pulang.

Aku langsung mencari alternatif bank lain untuk usahaku. Pilihan jatuh ke Bank CIMB Niaga untuk produk TabunganKU. Produk Bank Indonesia ini ada di setiap bank tapi dengan fitur yang berbeda. Fitur TabunganKU yang ditawarkan CIMB Niaga hampir sama dengan produk mereka lainnya. Perbedaannya untuk proses kehilangan kartu ATM dan ganti buku tabungan harus dilakukan di cabang membuka rekening. Ada biaya untuk tarik tunai di ATM Bersama 3 ribu dan biaya transfer antar bank sebesar 5 ribu. Sepanjang layanan memuaskan dan memudahkan aku bekerja, aku terima. Selalu ada kekurangan dari tiap produk tetapi aku akan menimbang juga keunggulan yang lain.

Kemarin aku sudah membuat rekening di CIMB Niaga Malang dan siap memindahkan semua dana di Bank Danamon ke sana. Alhasil sekarang aku punya beberapa rekening atas nama diriku sendiri untuk berbagai keperluan di 4 bank berbeda: Bank Mandiri, BCA, BRI Syariah, dan CIMB Niaga.

Malang, 19 September 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s