Pengetahuan-Saya

Ramuan Meningkatkan Hasrat Seks Perempuan


Baru-baru ini website The American Prospect (www.prospect.org) menurunkan berita berjudul “Why Don’t We Have Viagra for Women Yet?” yang ditulis oleh Amelia Thomson-Deveaux tanggal 18 Februari 2014 (lihat http://prospect.org/article/why-dont-we-have-viagra-women-yet). Sebuah perusahaan farmasi mengabarkan bahwa mereka telah menemukan obat sejenis viagra untuk perempuan, diramu untuk meningkatkan libido atau hasrat seksual perempuan dengan nama flibanserin.

Artikel ini menarik karena mengungkapkan bahwa sedikit perusahaan farmasi yang memperhatikan masalah disfungsi seksual perempuan. Sementara obat-obat perangsang libido bagi laki-laki ada begitu banyak jenis dan telah dijual bebas jauh lebih lama. Si penulis mengungkapkan bahwa riset di dunia Barat menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen perempuan menderita hypoactive sexual desire disorder (HSDD) atau dikenal dengan keluhan rendahnya hasrat seksual. Kelainan ini disebabkan karena kondisi psikis atau biologis.

Flibanserin belum dipasarkan karena harus kembali menjalani berbagai tes laboratorium meskipun sudah dites kepada 11.000 perempuan. Satu hal yang dikritisi penulis karena obat sejenis bernama Xiaflex, obat yang salah satu efek sampingnya adalah “penis rupture” atau pecahnya penis, telah disetujui FDA untuk dipasarkan meskipun baru dites ke 1.000 laki-laki. Alasan FDA untuk mengetes Flibanserin karena menimbulkan efek samping mengantuk. Namun efek samping itu cukup umum ditemui dan obat itu memang dirancang untuk diminum ketika menjelang tidur. Jadi?

Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa sangat sulit mengaji psikologi hasrat seksual. Terlalu kompleks. Penulis mengungkapkan bahwa perempuan yang menderita HSDD tetap melakukan hubungan seks tapi mereka tidak menginginkannya. Hasrat seks mereka menurun karena berbagai alasan psikis dan biologis.

Cara kerja Flibanserin adalah meningkatkan kadar dopamin dan norepinephrine, dua neurotransmitter yang berhubungan dengan hasrat seks. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pengobatan ini memiliki dampak sederhana tapi signifikan meningkatkan hasrat seksual. Berbeda dengan Viagra yang dapat membantu terjadinya ereksi, tetapi tidak memengaruhi kerja otak yang berhubungan dengan hasrat seks.

Masih ada pro kontra seputar Flibanserin karena seperti halnya Viagra, pengobatan kimia dianggap tidak serta merta menyelesaikan kompleksitas keluhan hasrat seksual. Aku setuju dengan sebagian yang dikatakan penulis bahwa akan lebih baik jika perempuan mempunyai lebih banyak informasi dan pilihan pengobatan (herbal atau buatan/kimia) yang dapat membantunya mengatasi masalah hasrat seksual. Nantinya dia dapat menimbang bersama dokter atau terapisnya mengenai jenis perawatan dan efek samping yang ditimbulkan sebelum memutuskan yang terbaik bagi kondisinya.

Mudah-mudahan pengetahuan tentang hasrat seksual perempuan dapat membantu pengembangan ramuan yang dapat memberikan kembali kenikmatan seksual yang menjadi hak perempuan. Let’s having sex!

Malang, 18 Maret 2014

Advertisements

One thought on “Ramuan Meningkatkan Hasrat Seks Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s