Pengetahuan-Saya

Gairah bereksperimen


Pada tulisan saya di https://forevernikn.wordpress.com/2012/03/24/liang-otot-berjalan-dan-mitos-kenikmatan-seksual/ saya bercerita mengenai pengalaman seks yang ternyata tidak sesuai dengan mitos seks. Selama ini banyak perempuan yang didoktrin dan dibuai dengan berbagai macam mitos mengenai kekuasaan dan kekuatan seksual laki-laki. Saya merasa ditipu habis-habisan.

Tulisan itu banyak mengubah cara pandang saya habis-habisan juga mengenai hubungan seks. Saya berefleksi dan bertanya mengenai apa yang saya inginkan dari sebuah hubungan seks dan bagaimana mencapainya. Kira-kira pada bulan September 2012, enam bulan setelah tulisan itu diterbitkan di blog dan lebih dari 2 tahun perkawinan, saya mulai merasakan perbedaan yang menyenangkan dalam hubungan seks saya dengan pasangan.

Kualitas dan kuantitas hubungan seks saya di awal perkawinan tidak ada apa-apanya dengan yang yang saya dan pasangan rasakan pada 4 bulan terakhir tahun 2012 ini. Apakah mungkin perjalanannya memang harus begitu?

Satu lagi perubahan yang terjadi adalah berat badan saya menjadi lebih ideal. Kalau sebelumnya saya berjuang untuk menurunkan dari 56 kg menjadi 50 kg, saat ini berat badan itu sudah ideal tanpa perlu bersusah payah. It seems a healthy sexual relationship is the key.

Pasangan saya awalnya terheran-heran dengan gairah saya yang menggebu-gebu. Baginya, kualitas hubungan seksual kami yang dulu dan sekarang tidak berbeda. Dia merasa, itu hanya pikiran saya. Memang tidak banyak yang berubah dari gaya dan posisi bercinta kami. Namun, saya merasa saat ini saya lebih terbuka mengungkapkan seks seperti apa yang saya inginkan, durasi pemanasan, bagian mana yang perlu disentuh, dsb. Saya bisa mencapai klimaks sebelum terjadi penetrasi dan saya bisa mencapai klimaks dengan durasi yang cepat. Mungkin ada benarnya bahwa kepuasan seks ikut ditentukan oleh cara pandang seseorang terhadap hubungan seks. Namun cara pandang itulah yang secara kuat dipengaruhi oleh berbagai mitos, nilai agama, nilai sosial yang seringkali menghambat seseorang, terutama perempuan, mengenali, menemukan, dan mengungkapkan seksualitasnya. Paling menyenangkan jika kemudian pasangan kita terbuka dan senang hati mau bereksperimen bersama.

Kalau dalam mitos seks yang saya ketahui, seks pertama kali dianggap sebagai seks terhebat dan tidak terlupakan. I don’t think that way anymore. Saya sering mendengar pengalaman perempuan yang justru tidak merasakan kenikmatan pada hubungan seks pertama mereka. Melalui pengalaman, saya tidak lagi memandang seksualitas laki-laki lebih baik dan lebih hebat daripada seksualitas saya sebagai perempuan. Masing-masing memiliki aura dan kekuatan seks yang berbeda dan luar biasa. One needs to unleash their sexual prowess by first acknowledge and aware of their sexual mind-body.

Seorang kawan pernah bercerita pengalamannya bertemu dengan seorang aktivis perempuan difabel di sebuah konferensi di Nepal. Aktivis perempuan ini berusia sekitar 60 tahun dan sudah menopause. Kakinya lumpuh sehingga tidak bisa bergerak bebas. Dia bercerita di depan pleno bahwa dia masih memiliki hasrat seks dan melakukan seks. Why not? Sex is happening in your mind and it’s about finding sexual creativity. Seks bagi perempuan menopause bisa jadi berbeda dengan seks pada perempuan yang belum menopause atau perempuan nifas (baru melahirkan). Perempuan pun masih bisa melakukan seks pada saat dia menstruasi. Bukan berarti saya tergila-gila dengan seks, tapi saya ingin mengatakan untuk “be creative with your passion” dalam berbagai hal.

Hubungan seks bukan rutinitas yang harus dilakukan dalam durasi dan waktu tertentu. Pada awal perkawinan, saya pernah curhat ke beberapa kawan perempuan mengenai hubungan seks yang tidak memuaskan. Saya tidak khawatir dianggap hiperseks. Seorang kawan perempuan yang sudah kawin selama 13 tahun memberi nasehat, “…belum ketemu aja ritmenya. Sabar deh. Lama-lama akan ketemu.” Akhirnya memang ketemu tapi sabar saja tidak cukup, perempuan juga harus kritis dengan seksualitasnya dan pasangannya. Berhubungan seks yang sehat tidak lagi mengejar rumus 2-3 kali dalam seminggu atau kalau pasangan yang minta. Saya juga harus menyesuaikan diri dengan pasangan yang belakangan merasa penasaran dengan perubahan yang terjadi dalam diri saya dan kadang menolak untuk menambah sesi berhubungan seks. There are times where you ought to laugh at yourself and your sexuality.

Malang, 11 Desember 2012.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s