Pengetahuan-Saya

Menghemat pengeluaran dan menjaga kesehatan dengan kulkas


Salah satu hal utama dalam kehidupan rumah tangga adalah logistik alias belanja keperluan sehari-hari. Saya dan pasangan urunan untuk uang belanja dengan jumlah sama besar. Biasanya saya yang menjadi manajer keuangan walau kadang bergantian. Biaya hidup di Malang tidak sebesar di Jakarta, apalagi karena sekarang menempati rumah sendiri jadi tidak ada biaya kontrakan.

Besarnya uang belanja antara 1 juta sampai dengan 1,2 juta. Uang sebesar itu dipakai untuk membayar pengeluaran rutin seperti makan 3x sehari, PLN, internet speedy, iuran RT, laundry dan perkakas rumah tangga. Pengeluaran paling besar adalah makanan. Baru satu bulan yang lalu saya membeli kulkas 2 pintu. Alasan 2 pintu karena saya paham benar kemalasan saya dan suami untuk membersihkan bunga es. Saya sudah lihat sendiri apa yang terjadi dengan tanaman di rumah yang sekarat karena kami berdua tidak menyukai tanaman dan tidak tekun mengurus mereka. Jadi teknologi kulkas 2 pintu sesuai dengan perilaku domestik kami. Tentang listrik, tidak ada masalah dan hanya berbeda 30-40 Watt dengan kulkas 1 pintu.

Berhubung harga kulkas sangat mahal dan sebagian besar dibeli dari uang saya pribadi, bukan tabungan bersama maka saya “memaksa” kami berdua mulai memasak dan mengurangi makan di luar. Bagi saya, itu konsekuensi dari memiliki kulkas. Rasanya aneh kalau punya kulkas dan masih sering makan di luar. Kulkas tidak dibuat untuk memperlama pembusukan makanan atau pajangan di rumah.

Pengeluaran untuk membeli air galon dan laundry tidak besar tapi sebenarnya lebih baik jika memasak air dan mencuci sendiri. Namun itu tergantung dari kualitas air di rumah masing-masing. Rasanya air di Kota Malang tidak memadai, terutama jika dibandingkan dengan kualitas air dari mata air di Pandaan.

Selama satu bulan ini saya sangat senang karena saya dan pasangan dapat memasak sendiri. Belanja per hari menghabiskan biaya Rp 11.000. Beberapa keuntungan dari memasak sendiri di rumah adalah

  • menekan pengeluaran untuk makan,
  • mengontrol kebersihan dan proses memasak makanan,
  • mengonsumsi lebih banyak sayur,
  • karena pengeluaran dapat dihemat, maka dapat digunakan untuk membeli buah-buahan,
  • dan saya dapat memonitor harga-harga kebutuhan pokok.

Poin terakhir bisa dibilang hobi tersendiri. Saya tahu ada banyak orang yang punya hobi membanding-bandingkan harga di beberapa swalayan dan memantau harga sembako. Saya coba mengingat apa saja sembilan bahan pokok itu (berdasarkan keputusan Menteri Industri dan Perdagangan no. 115/mpp/kep/2/1998 tanggal 27 Februari1998)

  1. Beras / sagu / singkong
  2. gula pasir
  3. sayur-sayuran dan buah-buahan
  4. daging sapi dan ayam
  5. minyak goreng dan margarin
  6. susu
  7. jagung
  8. gas LPG
  9. garam beriodium

(Sumber: http://madiunkab.bps.go.id/index.php/harga-9-bahan-pokok)

Sebaiknya mencari tukang sayur atau pasar dimana bahan makanan dijual dengan harga murah atau jika suka dengan daging dan ikan maka sebaiknya cari tempat yang menjual daging segar meskipun mungkin harganya lebih mahal. Tadinya saya sudah menemukan tukang sayur dekat rumah yang cukup murah tapi sepertinya dia tidak rutin datang, terutama hari Minggu. Sepertinya memang lebih baik untuk berbelanja bahan makanan selama 1 minggu untuk sayur-sayuran atau bahan tertentu sehingga lebih mudah dan murah. Untuk tahu, tempe, dan bumbu dapur lain bisa dibeli harian.

Saya baru merasakan nikmatnya masak sendiri karena sebelumnya lebih suka membeli makan di luar. Memasak sendiri bukan keahlian saya dan perempuan tidak harus merasa terpaksa untuk memasak. Saya dan pasangan bergantian memasak. Proses pembagian kerja domestik penting dilakukan karena rumah tangga tidak dibangun sendiri. Semua orang harus terlibat dan punya tanggung jawab sama besar.

So, I will see at my fridge now and start cooking.

Malang, 8 Juli 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s