Pengetahuan-Saya

Rumah


Saya ingin bercerita mengenai rumah saya yang terletak di belakang RSU Syaiful Anwar, Kota Malang. Pencarian dan penemuan rumah ini bisa dibilang sangat cepat.

Ketika saya dan suami sudah sepakat untuk pindah ke Malang, kami minta tolong saudara, terutama kakaknya, untuk memberi informasi jika ada rumah dijual di sekitar rumah mertua. Ada beberapa alasan. Pertama, saya merasa perlu dekat dengan mertua dan keluarga ipar yang masih tinggal satu rumah. Ini untuk mempermudah sosialisasi dan mengenal Malang terlebih dulu. Kedua, orang tua saya sendiri minta agar rumah saya nantinya dekat dengan rumah sakit karena bapak saya punya hobi berobat dan memeriksakan diri.

Tidak lama, mungkin sekitar 2 minggu kemudian ada kabar dari kakak ipar bahwa ada rumah di jual yang sesuai dengan pesanan. Harga yang diminta sekian juta. Awalnya penjual mengatakan bahwa luas rumah 90 meter persegi dengan 5 kamar. Perlu pembuktian.

Berhubung saya dan suami di Jakarta, saya minta ibu saya survey ke lokasi. Pendapat ibu saya awalnya mengecilkan hati. Luas tanah jelas kurang dari 90 meter. Bagi orang yang sudah terbiasa tinggal di rumah dengan lahan 100-200 meter, tentunya rumah ini kecil. Dia bercerita bahwa ruang tamunya kecil, terasnya mini, hanya cukup memarkir satu motor dan membuat ruang masuk ke rumah jadi sempit. Dari ruang tamu ada lorong sangat kecil menuju dapur, melewati 3 kamar di bagian kiri dan 2 kamar di bagian kanan. Dapurnya juga kecil sekali dan berhadapan dengan 2 kamar mandi, 1 toilet jongkok dan 1 toilet duduk.

Tembok dapur menempel dengan tembok rumah tetangga. Ini memang pemukiman padat yang dinding antar rumah saling menempel. Sebelum dapur ada ruangan untuk menempatkan meja makan atau motor. Harus salah satu, tidak bisa keduanya. Di samping kamar mandi ada tangga curam menuju lantai 2. Ya, rumah ini dibuat tingkat sebagian. Di bagian atas ada ruangan 2×2 meter yang tertutup asbes, sebuah jendela kecil dan pintu menuju ruang terbuka seluas 2×3 meter yang berfungsi sebagai tempat mencuci, tandon besar permanen dari semen, dan ruang menjemur pakaian. Ruang terbuka itu tertutup oleh kawat pelindung dan sebagian atapnya terbuat dari plastik agar sinar matahari bisa masuk.

Lantai satu dilapisi keramik sementara lantai 2 masih plesteran semen. Lantai 2 bisa menjadi tempat yang nyaman jika asbes diganti sehingga lebih nyaman dan adem. Namun selama ini kurang terawat.

Rumah ini dibangun antara tahun 2006-2007, dilengkapi listrik pascabayar 900 Watt dan air sumur. Berhubung berada di pemukiman padat maka 4 kamar di dalamnya tidak dilengkapi jendela. Ada 1 kamar bagian depan dilengkapi jendela dan pintu terpisah. Jadi mirip paviliun. Rumah ini memang didesain untuk bisa dibuat kos karena cukup banyak siswa sekolah perawat atau dokter praktek asal Malaysia yang mencari rumah kontrakan atau kos di sekitar sini. Walaupun tidak ada jendela, setiap kamar dilengkapi dengan 6-8 genteng kaca dan kawat kasa berukuran sekitar 50×50 cm di atap yang menjadi sumber penerangan.

Rumah ini terletak di gang kecil yang tidak bisa dimasuki mobil. Motor pun harus dituntun, tidak boleh dinaiki. Jarak rumah saya dengan tetangga di seberang hanya 1 meter. Jadi kalau saya bersuara agak tinggi, tetangga seberang bisa mendengar.

Laporan pandangan mata secara keseluruhan dari mertua dan kakak ipar lumayan bagus. Ibu saya juga akhirnya mengatakan rumah itu lumayan karena ada di tengah kota, dekat dengan tugu, pasar Klojen, stasiun, alun-alun, banyak warung, mal, dan tentu saja dekat sekali dengan rumah sakit. Tidak hanya RSU tapi rumah sakit lain seperti Lavalette, puskesmas dan klinik lain.

Selain itu, gang rumah ini dilewati angkutan umum AT dan saya juga menggunakan len lain seperti AG, GA, MM, AL, dan lain-lain lalu jalan sebentar. Lokasinya bagus. Lagipula harganya masih terjangkau. Kelemahannya adalah rumah ini belum sertifikat hak milik. Saya memutuskan untuk membeli rumah ini. Suami saya tadinya ragu dan minta saya melihat sendiri ke Malang. Tapi saya merasa harus membuat keputusan cepat. Saya pikir rumah dengan harga sekian di tengah kota, terlepas dari kekurangan lain, akan cepat laku.

Saya kemudian minta tolong ibu mertua untuk nego harga. Akhirnya bisa turun juga. Lumayan banget. Dengan begitu, saya memutuskan untuk membeli rumah berdasarkan gambaran ibu dan kakak ipar dengan syarat pemilik harus mengurus pemecahan surat tanah dan membuat sertifikat hak milik dengan biaya sendiri. Pemilik setuju, saya makin mantap. Besoknya saya mengirim uang muka dengan transfer bank sebagai tanda jadi. Proses ini terjadi tanggal 30 Desember 2010.

Prosesnya jauh lebih cepat jika dibandingkan saat mencari-cari rumah di Jakarta. Sebelum berniat pindah ke Malang, saya dan suami berniat mencari rumah di sekitar Sawangan, Universitas Pancasila, Ciganjur, Depok, dan sekitarnya. Susah sekali mencari rumah dengan desain, lokasi dan harga yang pas.

Mertua dan keluarganya, termasuk suami saya, lahir dan besar di lingkungan ini. Mereka sangat akrab dengan kondisi sekitar pemukiman ini.

Proses pemecahan sertifikat berjalan sekitar 2 bulan. Saya pindah ke Jawa Timur pertengahan Februari 2011. Berhubung pemilik rumah masih mencari rumah pengganti maka saya tinggal di rumah orang tua di Pandaan. Suami saya masih di Jakarta, menyelesaikan masa tugas sampai akhir Maret 2011. setelah saya lihat sendiri, rumah ini sudah memadai. It’s fit all right.

Sesuai kesepakatan, saya baru membayar lunas setelah sertifikat selesai yaitu bulan Maret 2011. Kemudian saya langsung proses balik nama yang makan waktu satu bulan. Alhamdulilah, rumah ini sudah bersertifikat. Saya puas dan belajar dari proses jual beli ini.

I love my house. It’s warm and cozy.

Malang, 29 Februari 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s