Pengetahuan-Saya

Tidak ada yang sempurna


Beberapa minggu yang lalu, saya bertemu seorang kawan. Tentu menyenangkan dan kami bergerak di bidang pekerjaan yang sama. Kami berdiskusi dan membicarakan seseorang yang kami kenal di berbagai kesempatan.

Saya sempat curhat dengan mengatakan bahwa saya tidak pede karena kurang mampu berkomunikasi di depan umum. Siapa yang mengatakannya? Ada beberapa orang yang mengatakannya, salah satunya Masno. Kawan saya mengangguk dan intinya mengatakan bahwa dia merasa orang yang mengkritik saya sebenarnya tidak sepandai yang saya pikir. Hah! Saya kaget. Setahu saya Masno sering dipandang sebagai orang yang pandai berkomunikasi. Kawan saya ini menjelaskan bahwa tidak ada orang yang sempurna dan menguasai segala macam bentuk komunikasi. Dia sendiri mengatakan bahwa dia sangat menguasai komunikasi sebagai orator dalam demontrasi dan membakar semangat orang lain. Namun dia tidak pandai dalam melakukan bentuk komunikasi lain. Begitu juga dengan Masno yang kami bicarakan.

Dia mencontohkan beberapa hal dimana Masno mengungkapkan sesuatu menggunakan perantara orang lain dan ekspresi wajahnya yang dapat dibaca dengan cepat. Yayaya, saya juga merasakan hal yang sama. So? He maybe good communicator in certain ways but that doesn’t make him a brilliant in so many communication forms.

Kawan saya menjelaskan kelemahan dari Masno yang saya kenal itu. Mungkin karena dia seorang psikolog dan juga sering menjadi konselor maka dia dapat mengetahui bahwa orang yang saya bicarakan memiliki pengalaman ABC dan menjelaskan karakter orang itu dari apa yang diucapkan secara verbal dan non-verbal. Bravo! Kawan saya ini memang cerdas.

Saat itu menjadi momen yang tidak terlupakan. Selain karena obrolan yang menarik, makanan di tempat kami bertemu juga sangat enak. Klop!

Sudah sejak lama saya meyakini bahwa kemampuan berkomunikasi saya tidak baik. Namun, sejak lama juga saya meragukan bahwa hal itu adalah masalah saya sendiri. Selain karena masalah itu dihadapi sangat banyak orang, ada kemungkinan situasi dan orang-orang yang secara tidak langsung merasa diuntungkan dengan menanamkan dan mengondisikan keyakinan tersebut pada diri saya dan orang lain.

I felt differently since that meeting. Saya kemudian mengingat kembali ucapan, Bu Jamilah, guru BK (Bimbingan dan Konseling) pada waktu SMP yang intinya mengatakan, setiap orang memiliki kemampuan dan minat yang berbeda-beda. Jadi tidak perlu terlalu kecewa jika kalian gagal di satu bidang, kalian mungkin punya kemampuan lebih baik di bidang lain. Ucapannya masuk dan menggugah alam bawah sadar saya. Bu Jamilah mengajak setiap siswanya mengenal kemampuan diri sendiri dengan menjawab pertanyaan dalam LKS (Lembar Kerja Siswa). It was a first step to know about myself. It’s a continuing step.

Terima kasih untuk kawan-kawan yang dengan cara masing-masing menemani perjalanan saya.

Malang, 27 Desember 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s