Pengetahuan-Saya

Konsumsi barang rumah tangga


Beberapa bulan belakangan saya dan suami tarik menarik mengenai rencana pembelian barang rumah tangga. Barang yang kami dipertimbangkan untuk dibeli ini berfungsi untuk merawat kebersihan atau mengawetkan makanan.

Alat yang pertama adalah lemari es atau kulkas. Sepertinya alat ini sudah menjadi hal yang biasa. Orang tua dan adik saya punya. Keluarga mertua saya beberapa bulan yang lalu juga punya. Banyak tetangga di pemukiman sini juga sudah punya. Saya dan suami sempat pingin punya juga. Awalnya suami yang pingin, tapi lalu tidak tertarik. Lalu saya pingin, tapi sekarang juga tidak tertarik. Kami berusaha mencari alasan yang tepat untuk memiliki sebuah kulkas daripada sekedar mengikuti kebiasaan orang lain. Kami hanya tinggal berdua. Luas rumah kami, kalau menurut sertifikat, adalah 55 M. Jadi meletakkan sebuah kulkas menjadi perkara yang harus dipikirkan sangat serius. Kami berdua jarang masak dan biasa membeli di warung. Otomatis masakan langsung habis. Saya lebih menyukai gaya hidup seperti itu karena saya lihat orang tua dan orang-orang lain yang suka menyimpan berbagai bahan makanan di dalam kulkas, bahkan sampai membusuk dan kadang tidak tahu bahwa ada makanan di dalamnya.

Saya lebih menyukai gaya hidup, makanan hari itu dihabiskan di hari yang sama. Atau maksimal untuk 2 hari. Jika ingin makanan yang tahan lama maka lebih baik menyimpan bahan makanan kering seperti sereal chip, mie kering, susu bantal, atau sejenisnya. Namun, biasanya saya lebih menyukai makanan fresh atau yang dibuat warung di dekat tempat tinggal. Selain kebersihan terjamin, rasanya juga pas di lidah.

Alhasil, sekarang kami kehilangan minat untuk membeli kulkas. Kami belum memerlukannya.

Alat yang kedua adalah vacuum cleaner. Saya sangat pingin beli alat ini. Namun saya juga sadar bahwa merawat kebersihan itu tergantung dari rajin tidaknya kami berdua menggunakan alat. Ya nggak mungkin kan alatnya jalan sendiri. Suami saya merasa kami belum memerlukannya. Meskipun begitu saya masih ngiler kalau lihat vacuum cleaner.

Alat yang ketiga adalah blender. Kami berdua tertarik sekali tapi pertanyaan utama, apa yang mau diblender? Kami jarang membeli buah, paling banter pisang dan itupun jauh lebih enak kalau dimakan apa adanya. Kalau pisang diblender kayak lebih repot deh. Untuk sambal juga lebih enak diulek suami. Lagian kalau bikin sambal banyak, kami nggak punya kulkas untuk menyimpannya. Akhirnya kami kehilangan selera untuk membeli blender.

Sekarang kami belum ada rencana membeli barang lain. Membeli sesuatu harus benar-benar dipikirkan pemanfaatannya. Kita harus bertanya berulang kali untuk meyakinkan diri kita dan pasangan sendiri jika memerlukan barang tersebut. Jangan cuma ikut-ikutan.

Malang, 20 December 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s