Pengalaman-Saya · Pengetahuan-Saya

Bergelayutan bareng


Sewaktu naik mikrolet di Jakarta, saya bertemu dengan sekumpulan pelajar SMP. Ada murid laki-laki dan perempuan. Beberapa anak laki-laki dengan sigap meraih pegangan pintu dan berdiri nangkring di pintu masuk. Saya jadi teringat kebiasaan yang sama juga dilakukan oleh kawan-kawan laki-laki saya semasa SMP. Sampai sekarang, saya belum paham alasan mereka senang bergelayutan seperti itu. Karena bagi saya bergelayutan di depan pintu masuk mikrolet bukan sesuatu yang menyenangkan, tidak ada insentif apapun dengan melakukan hal tersebut. Namun, sekadar asumsi, mungkin anak laki-laki akan lebih mudah diterima oleh kelompoknya dengan melakukan hal itu.

It feels strange. Mungkin sama anehnya dengan tahap kehidupan perempuan. Mungkin dengan bergelayutan di mikrolet atau angkutan umum lain, mereka dianggap kuat karena untuk bergelantungan di angkutan umum memang perlu kekuatan dan tahan tahan terhadap debu…hahahaha. Atau untuk keperluan pamer, anak laki-laki culun dan kurus itu merasa ingin punya gerombolan dan menunjukkan kelompok mereka pada kelompok lain. Alhasil kadang terjadi saling ejek bahkan tawuran.

It feels funny. Saya senyum sendiri melihat perilaku remaja laki-laki yang berebutan berdiri di depan pintu mikrolet. Apa yang dicari? Kalau supir menyuruh mereka duduk, mereka menolak. Padahal ongkos berdiri atau duduk sama saja. Sebagian merasa malu kalau duduk di dalam mikrolet bersama dengan kawan-kawan perempuan. Plis deh!

Remaja laki-laki yang bergelantungan di depan pintu mikrolet kadang menyulitkan penumpang yang ingin keluar. Jangan pernah beranggap bahwa laki-laki tidak suka bergosip atau tidak cerewet. Masya Allah, remaja laki-laki kadang bisa lebih rame dari gerombolan perempuan. Obrolan mereka juga ya nggak ada isinya. Saya pernah berpikir bahwa remaja laki-laki adalah makhluk yang tidak menyenangkan. Sulit sekali saya membayangkan suatu hari hidup bersama dengan mereka. Kalaupun saya menikah, saya ingin menikah dengan laki-laki yang tidak banyak omong. Akhirnya, Tuhan mengabulkan keinginan saya. Seperti umumnya manusia, sekarang saya menyesali keinginan itu….hahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s