Pengalaman-Saya

Zona Nyaman


Beberapa hari yang lalu, pasangan saya berganti-ganti saluran tv lalu berhenti di tayangan Mario Teguh. Saya masih bercinta dengan laptop saya tapi telinga saya mendengar omongan Mario. Ada satu hal yang paling saya ingat ketika dia berbicara mengenai zona nyaman  atau comfort zone.

Dia mengatakan bahwa zona nyaman adalah istilah yang salah kaprah karena banyak orang yang bekerja dengan atasan yang suka memaki, merendahkan bawahan, sistem kerja yang tidak baik, tim yang tidak kompak, persaingan tidak sehat, dll. Jadi orang itu sebenarnya tidak berada di zona nyaman. Nah, itu saya sangat setuju. Menurut saya banyak orang seperti itu. Saya menyebutkan zona bertahan. Benar-benar kerja untuk cari sesuap nasi dan bukan mendapatkan kebahagiaan, apalagi ketenangan batin.

Saya suka bagian itu.

The comfort zone is an environment that allow us to transform and flourish.

Malang, 6 Juli 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s