Pengalaman-Saya

Siklus Hubungan Seks


Belakangan hawa di Malang lebih dingin dari bulan-bulan sebelumnya. Menurut pasangan saya, mulai Juni sampai September, hawa Malang memang menjadi lebih dingin meskipun memasuki musim panas. Dingin sekali. Saya tidak bisa bayangkan hawa di Batu.

Bicara soal dingin, tiga hari ini saya juga menjadi dingin alias tidak bergairah melakukan hubungan seks. Sepertinya diare menjadi salah satu sebab. Entah kenapa sore ini saya terkena diare. Saya sedang menelusuri jejak makanan sejak pagi. Tidak ada masalah dengan makanan Warsini. Pagi sampai siang saya tidak ada masalah. Mulai siang dan sore ini ada masalah. Mungkin karena makan di luar.

Selain penyakit, saya rasa setiap pasangan perlu mempunyai their own sexual timing. Saya nggak percaya kalau pasangan yang usia perkawinannya 5 tahun dianggap normal berhubungan intim 2-3 kali dalam seminggu. I don’t fit to that standard. Siapa juga yang membuat standard itu? Jangan-jangan “kenormalan” itu dibuat berdasarkan siklus produksi sperma daripada siklus haid perempuan.

Selain itu, kepuasan dari hubungan seks juga lebih menentukan daripada frekuensinya. Seks buat saya bukan sekedar penetrasi tapi perasaan puas, senang, hangat dan bersemangat yang merupakan akibat dari seks adalah hal penting.

Untuk sementara, ini yang saya rasakan. Aduh, mules lagi.

Malang, 22 Juni 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s