Pengetahuan-Saya

Kering


Perlahan tapi pasti beberapa tenggat waktu dilalui. Perlahan tapi pasti tahun ini sudah memasuki bulan Juni. Enam bulan ke depan akan terasa cepat berlalu.

Kenapa menghitung waktu?

Saya punya rencana untuk tahun depan. Rencana saya. Tahun ini jika berjalan lancar maka sudah cukup hidup saya dari sisi materi. Punya pekerjaan, rumah, tanah, motor, tabungan, laptop, TV, HP dan yang paling penting dari semuanya punya mimpi.

Usaha transkrip, penerjemahan dan notulensi (http://transcriptdoc.web.id) sudah berjalan. Suatu awal yang baik. Saya bersyukur. Belum ada keuntungan tinggi, perlahan. Saya juga tidak ingin langsung besar karena saya sendiri perlu menyesuaikan diri, perlu membuat rencana, strategi, dan tentu perlu berbagi waktu dengan pekerjaan utama. Saya perlu adil dan perlu hati-hati membuat pembukuan untuk tiga pekerjaan. Semuanya adalah bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan berbagai cara.

Hari ini saya tersadar dengan hal penting. Saya senang mendengarkan cerita dan curhat orang lain. Sementara pasangan bukan tipe orang yang senang bercerita atau ingin tahu cerita saya. Tadinya saya sulit menerima hal itu. Kemarin malam saya bertekad tidak ingin cerewet tentang hal itu. Saya ingin memisahkan saja kehidupan dan selera pasangan dari urusan saya. Lagipula dalam perjanjian perkawinan pun sudah ditetapkan seperti itu. Jadi terserah dia mau cerita atau tidak, saya tidak akan memaksa atau merajuk seperti sebelumnya.

Saya juga tidak akan membangunkan dia lagi dari tidurnya. Jika dia ingin tidur seharian, itu urusannya. Saya urus diri saya sendiri, mengerjakan tugas domestik yang ingin dan suka saya kerjakan. Begitu juga dengan dia.

Saya juga tidak akan mengharapkan respon tertentu darinya yang saya tahu tidak akan saya dapatkan. Jadi mengharapkan hal yang sama terus menerus sementara kita tahu itu tidak akan terjadi kan bloon banget. I will make or find new friends, new groups where I can have the certain support and response I need.

Kalau orang berkomentar bahwa relasi seperti itu sangat kering. Ya, marriage is not as romantic as its myth. We create and mould our relationship, in or out of marriage to our contextual expectation. Saya juga masih tidak paham kenapa relasi heteroseksual musti diidentikkan dengan institusi perkawinan. It’s not the marriage, as institutionalized structure, that cause happiness or sadness, it’s the relationship.

I have a dream to follow. Whether or not my partner has one, it’s not my concern.

Malang, 11 Juni 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s