Pengetahuan-Saya

“Mengalir Seperti Air”


Saya agak kurang paham jika ada orang yang mengatakan idiom “mengalir seperti air”. Saya merasa sebagian orang kadang menempatkan idiom itu dalam konteks yang tidak tepat dan menjadi semacam kepasrahan yang dipaksakan. Maksud saya, mereka mungkin memahami bahwa ada banyak hal dalam hidup yang berada di luar kontrol mereka sehingga berusaha mengalir atau menjalani saja yang akan terjadi. Namun, bukan berarti tidak berencana dan berusaha dan memiliki visi. Air pun tidak semuanya dapat mengalir dengan bebas. Air yang tidak mengalir pun dapat menjadi karunia bagi makhluk lain. Selain mengalir, air bisa merembes, menggenang, menyublim, menguap, dan semuanya memiliki manfaat. Air dan minyak mengikuti bentuk media, tetapi air tidak dapat menyatu dengan minyak. Masing-masing punya prinsip berbeda. Untuk menjadi air, kita perlu memiliki prinsip dan membawa prinsip itu sesuai dengan konteks kita berada.

Kemarin malam, hujan deras mengguyur Pandaan. Air sungai naik dan arusnya menjadi sangat deras. Air terus mengalir tapi dengan kekuatan yang sangat besar dan dampaknya bagi manusia bisa sangat buruk. Lalu sebaiknya mengalir seperti apa? Atau “pokoknya mengalir”. Apakah kita ingin menjadi air yang dikendalikan oleh arus atau menjadi arus yang dapat mendorong dan mengarahkan air?

Menjadi arus yang merembes dan bersinar seperti matahari.

Pandaan, 10 April 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s