Pengetahuan-Saya

Hilangnya Narasumber Perempuan dalam 3GMerapi


Saya merasa terganggu dengan informasi yang saya baca. Di website ini (http://combine.or.id/2011/03/3g-merapi-guyub-gugur-gunung-18-maret-2011/), saya membaca acara 3G Merapi (Guyub Gugur Gunung). Informasi yang menggangu itu karena setelah saya membaca daftar narasumber dan fasilitatornya, semuanya laki-laki. Padahal tema yang mereka bicarakan sesuatu yang umum. Dalam website combine.or.id tertulis bahwa “acara ini hendak mendorong rasa solidaritas warga Jogja kembali terhadap korban bencana erupsi merapi dan lahar dingin.” Kita tahu bahwa korban bencana Merapi dari berbagai kalangan, bukan hanya laki-laki dari kelas menengah.

Lalu, apakah perempuan perlu ikut serta sebagai narasumber? Iya, perlu karena mereka memiliki pengalaman yang serupa tapi tak sama dalam menghadapi dan mengelola dampak bencana. Ada banyak relawan perempuan juga yang terlibat. Mereka perlu diberi ruang untuk bicara dan didengarkan.

Bukankah pengalaman itu dapat diwakili oleh laki-laki atau orang lain?
Tidak dapat diwakili dengan sama persis, terutama ketika yang berbicara/mewakili secara konstruksi sosial diposisikan untuk memiliki pengalaman berbeda.

Bukankah perempuan bisa terlibat dalam kegiatan seni dan porsi lain?
Iya perempuan bisa dilibatkan di segala lini, lalu kenapa dia tidak dilibatkan sebagai narasumber? Posisi narasumber menjadi salah satu daya tarik dari acara ini dan mereka akan didengarkan. Narasumber dalam KBBI berarti “orang yg memberi (mengetahui secara jelas atau menjadi sumber) informasi”.
Pertanyaanya, apakah pelaksana kegiatan merasa perempuan tidak dapat menjadi sumber informasi?

Pandaan, 18 Maret 2011

Advertisements

2 thoughts on “Hilangnya Narasumber Perempuan dalam 3GMerapi

  1. menarik, dan pada prakteknya narasumber perempuan juga tampil kok, makasih kritiknya dan kebetulan juga saat itu tidak ada anggapan seperti tersebut karena siapa mau sumbang saran dan acara terbuka sepenuhnya bagi yang mau ikut serta, kebetulan juga diskusi film linimassa narasumber ibu prita dan sebagainya sangat sulit untuk didatangkan, jadi bukan bermaksud membeda-bedakan dan tentu saja panitia jauh dari pikiran dimaksud…

    1. terima kasih atas informasi yg diberikan. Narasumber perempuan lokal untuk tema yang dibahas pasti banyak soalnya jumlah perempuan hampir 50% dari populasi negara ini. Cheers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s