Pengalaman-Saya · Pengetahuan-Saya

Memilah masa lalu dan masa sekarang


I like writing tapi menulis 3 halaman per hari ternyata tidak mudah. Seluruh email yang kita tulis pada satu hari tentu tidak dihitung sebagai “tulisan” karena bisa jadi sebatas membalas email orang lain dan ditulis dengan singkat. Ada banyak hal dalam satu hari yang dapat ditulis. Mungkin tidak perlu 3 halaman. Satu atau setengah halaman kayaknya sudah cukup.

Tulisan juga tidak perlu melulu refleksi. Sebatas menceritakan apa yang terjadi pada satu hari itu sudah cukup baik. Walaupun saya sering bingung, apa yang mau diceritakan? Apakah penting untuk diceritakan? Ya memang tidak semuanya harus diceritakan sih. Tapi berhubung kadang tidak ada seseorang yang dapat diajak curhat, bercerita, ya lebih baik bercerita di blog.

Hari ini saya belajar sempat tertegun dan teringat pada sebuah pengalaman. Suatu hari, saya bersemangat menemui pembimbing untuk meminta tanda tangannya di lembar pengesahan. Ketika saya sodorkan lembar itu, dia tertegun dan secara cepat mengatakan, “Oh, Niken, nama saya ini salah. Kamu harus perbaiki ya. Nanti di-tipex saja.” Saya sempat bingung, sepertinya saya menuliskan nama dan gelarnya dengan benar. Namun coretannya memperjelas yang dia maksud. Dia mencoret nama belakang suaminya yang sering dipakai dalam berbagai dokumen. Baiklah, saya langsung paham bahwa mereka sudah berpisah.

Kisah itu masih terus saya ingat karena berkesan. Saya banyak merenungkannya. Saya berusaha menempatkan diri dalam posisi seorang perempuan yang telah selama puluhan tahun berusaha “menyatukan” dan berkompromi dengan pasangannya, termasuk menggunakan nama belakang suami, kemudian mengalami konflik dan berpisah. Pasca perpisahan, perempuan itu berusaha keras membebaskan diri dari penyatuan dan kompromi yang telah dilakukan bertahun-tahun. Perempuan itu menyortir bagian-bagian hidupnya dan menariknya dari lekatan emosional yang terlanjur terjadi. Dia menyortir koleksi bukunya yang sudah menjadi satu dengan koleksi pasangannya, menyortir koleksi foto, menyortir barang-barang rumah tangga, menyortir hadiah atau suvenir, dan lain-lain.

Saya membayangkan beban yang dirasakan selama melakukan penyortiran dan pemisahan itu. It’s not easy. It’s like cutting some parts of your memory but it still is part of your path. For years she’s trying to bonding with your partner. The bond has change her definition and perception of self and other. Here comes the family, stereotype, gender roles, etc, which gives everyone the pressure in the process of unbonding. Perhaps it’s wise to stepping back and create gap of your past and present.

(to be continued)
Jakarta, 8 Januari 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s