Pengetahuan-Saya

Berstrategi dengan pengetahuan


Saya diingatkan mengenai pengetahuan sederhana ketika membaca buku “Know Can Do: menerapkan pengetahuan anda ke dalam tindakan” karya Ken Blanchard, Paul J. Meyer dan Dick Ruhe. Buku yang versi Indonesianya diterbitkan oleh Libri ini tipis dan habis dibaca dalam 1 jam. Sederhana dan diceritakan dalam bentuk dialog antar teman.
Beberapa pikiran utama dari buku ini antara lain:

    Kebiasaan menghadiri seminar atau membaca buku satu kali saja, untuk menyerap informasi baru, hanya akan membangun kebiasaan melupakan sesuatu. Dengan cara yang sama kita melatih diri untuk tahu dan bukan untuk melaksanakan.
    Kita perlu membangun strategi untuk menjaga ketertarikan kita.
    Manusia seharusnya belajar sedikit pengetahuan tetapi lebih sering, bukan banyak pengetahuan tetapi tidak sering.
    Kunci untuk membantu proses perubahan dari tahu menjadi tindakan adalah “pengulangan berkala”.
    Sebagian orang menyebut pengulangan berkala sebagai pengondisian perilaku atau penguatan internal. Bukan berarti langsung diulang melainkan nanti setelah diberi jeda waktu untuk refleksi.
    “Saya mempelajari sedemikian banyak hal dalam satu waktu dan saya menjadi lumpuh.”
    Kita perlu memiliki keterampilan untuk mengintegrasikan konsep atau ide-ide baru ke dalam apa yang sudah kita ketahui dan apa yang sedang kita lakukan, daripada mengalihkan fokus ke hal yang baru tadi.
    Sebaiknya kita menghabiskan sebagian besar waktu untuk menindaklanjuti suatu konsep penting daripada merancang, mengorganisasi, dan menyelenggarakan pelatihan suatu ide baru.
    Orang tua menanamkan pikiran positif dalam diri seorang anak, tapi kemudian sejumlah orang di sekolah membombardir anak itu dengan pikiran negatif tentang kemampuannya. Hal itu memengaruhi citra diri si anak.
    Satu orang yang menunjukkan keyakinannya tentang diri Anda dapat mengubah segalanya.
    Kita bisa memilih siapa yang perlu kita dengarkan.
    Mengapa kebanyakan orang tidak memilih berpikir positif dan lebih memilih berpikir negatif?
    Fokus pada sedikit hal dan mengulanginya lagi dan lagi.
    Untuk melaksanakan hal-hal yang diajarkan, kita tidak bisa mengandalkan kesempatan. Harus dirancang sebuah rencana tindak lanjut yang melibatkan struktur, dukungan, dan akuntabilitas untuk membantu mewujudkan niat baik kita.
    Rangkaian tindak lanjut sederhana: memberi tahu aku, menunjukkan kepadaku, membiarkan aku melakukannya, mengamati aku, memuji kemajuanku dan/atau mengarahkan aku.
    Jangan menyimpan pujianmu sampai orang tersebut benar-benar melakukannya dengan baik.
    Saat berkomitmen untuk berubah, kita perlu sebuah strategi khusus untuk terus-menerus memperkuat pola pikir kita yang baru.

Kita perlu bertanya pada diri sendiri: jika tidak bisa menggunakan hal-hal yang kita ketahui, lalu apa gunanya pengetahuan itu?

Jakarta, 18 Oktober 2010

Advertisements

One thought on “Berstrategi dengan pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s