Pengalaman-Saya · Pengetahuan-Saya

Pengalaman dengan Speedy sehabis Liburan


Selama 10 hari saat liburan Lebaran saya meninggalkan koneksi Telkom speedy yang ada di kontrakan. Selama itu saya menggunakan koneksi GSM Axis di Pandaan yang hanya mencapai edge, belum 3G apalagi HSDPA. Itu pun lumayan lah karena kartunya adalah fasilitas kantor, saya ambil yang harganya 35 ribu/bulan dengan kuota 1 GB.

Kemudian saya kembali tanggal 16 September kemarin ke Jakarta. Penuh harap bahwa koneksi saya akan membaik. Rupanya dugaan saya salah. Tanggal 16-18 September koneksi tidak nyala sama sekali. Suami sudah bolak-balik melihat dan mengedit setting modem dan menurutnya modem yang diberikan speedy rusak. Bolak-balik telepon 147 dan diberi informasi bahwa maksimal respon adalah 3X24 jam. Jika tidak maka pelanggan akan mendapatkan potongan 2% per hari. Lalu kemarin, 18 September, teknisi speedy datang untuk mengecek jaringan di rumah. Ternyata jaringannya normal dan penilaian suami saya benar, modem merek Huawei dari Speedy rusak.

Berhubung saya tidak di tempat, suami kemudian menelepon minta saya untuk membeli modem baru. Saya bilang harusnya ada garansi modem dari speedy karena itu sudah satu paket ketika melanggan. Rupanya garansi modem hanya 1 bulan. Ya elah, Huawei-speedy gitu lho! Nggak jaminan banget.

Ya sudah akhirnya dengan rujukan dari teknisi speedy, saya membeli modem TP-Link di toko Uhui di belakang kampus Gunadarma Depok. Harga pasnya adalah 140 ribu. Setelah dicoba di rumah ternyata bisa. Duh senangnya.

Tapi cerita belum selesai. Ternyata jaringan speedy naik-turun seperti jalan di puncak. Nyambung 20 menit, putus 2 jam. Restart modem, begitu lagi. Malamnya itu suami menelepon 147, responnya adalah masih dicek. Lalu pagi ini saya telepon lagi dan disambungkan ke speedy Jakarta Selatan. Petugas mengatakan jaringan sudah normal dan mohon dicoba kembali. Okelah.

Sempat koneksi internet lancar tapi begitu lagi, mati-hidup, mati-hidup. Hadoh!!! Apa harus balik pake GSM lagi?

Update!

Baiklah, ternyata kesalahan ada pada TP-Link Access point yang saya pakai. Setelah saya coba pakai kabel langsung ke laptop dan sharing koneksi melalui laptop asus tercinta, ternyata koneksi internet berjalan lancar. Duh, ternyata masalah perangkat keras.

Jakarta, 19 September 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s