Pengalaman-Saya

Silaturahmi ala Mudik


Selama 10 hari saya dan suami mudik ke Jawa Timur, tepatnya ke Pandaan dan Malang. Kalau dulu saya silaturahmi ke saudara dan teman-teman di sekitar Jakarta, sekarang saya bersilaturahmi ke saudara yang ada di Krembung. Saudara yang jarang saya temui, bahkan kadang saya tidak tahu kalau kami masih bersaudara jauh. Sepanjang liburan itu juga, saya berusaha menghapal nama dan hubungan kekeluargaan dari orang-orang yang diperkenalkan. Itu pun sebenarnya belum tuntas, masih banyak yang belum dikenalkan orang tua karena waktu saya harus dibagi ke Malang dan saya harus kembali pada tugas yang belum selesai.

Pikiran saya sering ke tugas-tugas sinopsis tesis yang akan dijadikan buku. Saya sebenarnya pesimis buku itu akan selesai dengan sangat baik pada waktunya. Namun, berhubung sebagian anggota tim merasa momen atau waktu yang tepat adalah saat konferensi maka saya ikut mengejar tenggat waktu. Bagi saya, momen itu sendiri dapat diciptakan. Sama halnya dengan Idul Fitri, saya bisa saja pulang lain hari dan tetap melakukan silaturahmi. Mungkin ada yang menganggap greget atau rasanya akan berbeda, itu benar tapi ada beberapa hal yang justru lebih baik dilakukan di luar waktu Idul Fitri. Misalnya, jalan-jalan bersama keluarga ke tempat hiburan. Setelah melihat tumpahan manusia dalam kolam renang umum yang luas dan keamannya tidak memadai di Singosari, saya merasa lebih baik di rumah atau ke tempat keluarga.

Momen memang penting tapi kualitas pemanfaatan momen itu sendiri tidak kalah penting. Saya khawatir tulisan saya untuk buku nanti kurang baik. Saat ini tulisan saya masih kasar dan sangat perlu polesan luar biasa untuk menjadikannya mengalir dan bermakna. Setelah liburan Idul Fitri usai, sekarang waktunya kembali pada tugas-tugas itu.

Kemarin tanggal 16 September, saya dan suami kembali ke Jakarta yang masih lenggang. Bus Damri yang saya naiki menuju Pasar Minggu pada jam 10 pagi sangat lancar. Hari ini saya mulai ke Salemba lagi dan mencoba lebih keras karena saya mulai menemukan kerangka tulisan. Mudah-mudahan semangat Idul Fitri akan berlanjut sampai akhir tahun! Setelah itu berpikir untuk mulai pindah rumah.

Jakarta, 17 September 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s