Pengetahuan-Saya

Suami = bos, juragan, master


“Terserah si bos.”

“Tanya dulu ya sama juragan.”

Kedua kalimat di atas sering saya dengar dari ibu dan adik ipar (perempuan) saya di rumah. Biasanya kalimat itu sebagai jawaban jika saya tanyakan sesuatu mengenai rencana pergi ke suatu tempat, beli sesuatu, dan sejenisnya. Saya merasa agak risih dengan jawaban itu karena menempatkan keputusan akhir pada pasangan kita ketika sebenarnya bisa diputuskan sendiri dan menyangkut diri kita sendiri. Namun, saya juga paham bahwa mereka punya ketergantungan finansial terhadap pasangan masing-masing.

Saya tidak nyaman dengan jawaban itu dan bertanya ke diri sendiri juga, apakah saya akan menganggap pasangan sebagai bos dan juragan saya. Istilah itu mungkin dianggap tidak lebih dari sekadar sebutan. Bagi saya sebutan itu punya makna simbolis terhadap relasi jender dari suami-istri. Di sebuah konferensi internasional, seorang pembicara dari India mengatakan bahwa “swami” berarti “seseorang yang menguasai dan mengontrol”. Ketika saya cari di internet, salah satu artinya memang seperti yang dia jelaskan.

1773, ” an idol,” later, “religious teacher” (1901), from Hindi swami “master” (used as a term of address to a Brahmin), from Skt. svami (gen. svaminas) “lord, master,” from sva-s “one’s own” (http://www.etymonline.com/index.php?term=swami)

Jadi tidak heran kalau ibu dan adik ipar saya menganggapnya suami mereka demikian; sebagai bos atau juragan. Dengan kata lain, pemilik dari sesuatu/seseorang; master, lord. Saya rasa tidak hanya mereka yang menganggap suami sebagai bos dan juragan.

Untuk alasan praktis, setelah menikah saya akan memanggil pasangan sebagai suami. Namun, untuk kalangan tertentu saya akan memanggilnya sebagai pasangan, which is better. Dengan tidak menganggap pasangan saya (pacar atau suami) sebagai bos atau juragan, saya bisa dengan bebas dan bertanggung jawab memutuskan yang terbaik bagi diri saya sendiri. Pembagian peran dalam rumah tangga bagi saya bukan berarti membuat hirarki kaku seperti dalam organisasi profesional. I had enough of them.

Jakarta, 5 Januari 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s