Pengalaman-Saya

Liburan bersama Enyek


Lebaran kali ini layak untuk didokumentasikan. Setelah lama tidak ke Sukabumi, tanggal 19 September kemarin saya berkunjung ke rumah keluarga paman di sana. Saya berangkat bersama bapak dan ibu yang hampir setiap tahun berkunjung ke Sukabumi.

Perjalanan berangkat makan waktu hampir 3,5 jam. Waktu tempuh itu cukup lama karena jalanan agak padat di beberapa lokasi pasar tradisional. Alhamdulillah kami sampai dengan selamat di Lembursitu yang jalurnya satu arah menuju Pelabuhan Ratu. Paman saya hampir 18 tahun tinggal di daerah Sukabumi sebagai polisi lalu lintas dan tentu saja sekarang sudah fasih bahasa Sunda. Setelah lulus sekolah polisi dia ditempatkan di Sukabumi sampai akhirnya menikah dengan bibi dan sekarang sudah mempunyai 2 anak.

Liburan ke Sukabumi menjadi istimewa karena ketika di sana saya baru tahu kalau setahun terakhir bibi saya menjadi produsen enyek yaitu keripik renyah khas Sukabumi yang terbuat dari singkong. Ketika saya datang, bibi sedang di luar menyetor produknya ke pasar tradisional dan swalayan di kota. Ketika sampai di rumah, saya kaget karena bibi saya lebih kurus dari sebelumnya. Rupanya bulan puasa ini dia dibantu suami, anak-anak, dan uwaknya berusaha memenuhi pesanan enyek yang lumayan banyak.

Di malam pertama saya menginap, saya mengeluarkan laptop dan mencoba koneksi internet. Ketika bibi melihat saya merambah internet, dia tertarik dan mengatakan apa saya bisa membantunya mencari informasi produsen enyek lain yang ada di Sukabumi. Saya pun mencoba cari di Google. Saya hanya mendapat satu nama dan nomor kontak produsen yang ada di Caringin. Kemudian ibu berkata bahwa produk bibi juga bisa dimasukkan ke internet, begitu istilahnya. Lalu bibi semakin antusias dan bertanya tentang cara mempromosikan produknya di internet. Malam itu juga, saya dibantu ibu mengambil foto produk bibi yang dikemas dalam dua merek yaitu ROSN dan BERKAH. Bibi saya sudah pernah mendapatkan pelatihan dari Dinas Perdagangan dan UKM di Sukabumi mengenai pengemasan, merek, dan penjualan sehingga produk enyeknya sudah diberi kemasan dan merek yang menarik.

Kecepatan koneksi internet menggunakan XL atau IM2 di Lembursitu kurang stabil tapi saya berhasil membuatkan sebuah blog untuk mempromosikan profil usaha bibi saya di http://enyek01.multiply.com dan di Marketplace facebook. Menurut teman saya, berjualan di facebook bisa lebih menguntungkan dan lebih cepat dikenal. Sepertinya bibi tertarik untuk memasang koneksi internet tetapi saya katakan untuk saat ini tidak perlu karena nomor telepon dan alamat bibi sudah saya cantumkan di blognya. Lagipula, kalau untuk pertanyaan via email dapat dikirimkan ke email saya atau anak laki-lakinya yang sudah SMA.

Selama bulan Ramadhan, bibi saya sibuk melayani banyaknya pesanan. Setelah bangun untuk sahur, sekitar jam setengah empat pagi, biasanya dia langsung membungkus enyek yang sudah jadi ke dalam kemasan untuk dijual dan menyiapkan adonan enyek untuk dimasak besok. Bibi akan berkeliling mengantar produknya sejak siang sampai sore. Malamnya dia kembali memasak dibantu uwak dan kadang suaminya jika tidak piket malam. Sekitar jam 1 pagi dia baru tidur. Kadang sahurnya pun telat karena terlalu lelah. Salut dengan bibi.

Enyek dimasak menggunakan tungku yang terbuat dari campuran pasir dan semen dan dipasang di halaman yang terbuka. Tungku bundar itu berdiameter sekitar 20 cm dan tingginya sekitar 80 cm. Bahan bakarnya menggunakan kayu dan serbuk kayu. Orang di sekitar Sukabumi menyebutnya kompor SBY, entah apa hubungannya dengan Presiden SBY.
Seminggu setelah Lebaran, bibi saya berencana untuk berjualan di Pelabuhan Ratu. Dari pengalaman uwaknya, berjualan di sana sangat menguntungkan terutama di masa liburan atau seminggu sesudahnya.

Berhubung dia akan menginap, kemungkinan dia akan membawa anak perempuannya naik motor ke sana. Saya dan ibu khawatir karena sepupu saya yang usianya 8 tahun itu suka tertidur kalau dibonceng.

Senang sekali bisa membantu bibi dengan sumber daya yang saya punya. Blognya masih sangat sederhana dibanding blog promosi sejenis. Memang menangani promosi dan penjualan sebuah produk sebaiknya tidak tanggung-tanggung. Semoga dengan bantuan di dunia maya bibi saya mendapat lebih banyak pesanan dengan harga jual yang bersaing. Kita lihat saja bagaimana hasilnya.

28 Sep. 09
SM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s