Pengalaman-Saya

Undur Diri


Sekitar 2 minggu sebelum Lebaran, saya sempat chatting dengan teman saya di Washington DC. Wow, dia memberi kabar bahwa dia sudah memberikan surat pengunduran dirinya. Dia memberikan sudah agak lama tapi belum memberitahukan ke teman-teman yang lain. Dia ingin kembali ke Texas, tempat tinggal keluarganya. Kaget mendengar dia akan keluar. Memang sudah beberapa kali kami chatting dan dia mengeluhkan beberapa hal, tapi saya anggap itu wajar.

Saya jadi mikir-mikir, kayaknya saya deh yang duluan undur diri tapi lalu memperpanjang lagi karena ada tawaran untuk bekerja lebih fleksibel sampai akhir tahun ini. Setelah itu mungkin saya akan diminta bantuan jika diperlukan. Teman saya akan berhenti bekerja akhir Oktober. Semoga dia mendapatkan impiannya di kampung halamannya.

Kasus pengunduran diri terjadi juga pada sahabat saya di Jakarta. Sebenarnya baru 3 bulan yang lalu dia mengundurkan diri dari pekerjaan lamanya di perusahaan sekuritas nasional untuk bekerja di lembaga penerbitan buku untuk anak. Namun, baru 3 bulan bekerja dia merasa terusik dan tidak betah dengan lingkungan kerja yang baru. Saya dapat mengerti alasannya, akan sangat sulit jika dia memaksakan diri bekerja di lingkungan itu. Dia sudah bercerita banyak. Alhasil dia sudah mengajukan surat pengunduran diri tapi atasannya mengatakan bahwa 3 bulan sejak surat itu diajukan, teman saya dapat berhenti. Artinya dia tetap harus bekerja di sana sampai akhir November. Paling tidak teman saya sudah lega dengan keputusan yang dibuat dan dapat mempersiapkan diri 3 bulan ke depan.

Mungkin bagi orang-orang tertentu yang seangkatan dengan saya, menemukan ruang atau space dimana kita bisa menyatu dan berproses bersama adalah suatu pencarian yang lama. Mungkin hal itu juga dialami oleh angkatan kami sebelumnya. Orang tua kami kadang melihatnya sebagai sifat “belum dewasa”, tidak kuat dengan tekanan/tuntutan, kurang gigih, bahkan kadang menilai kami anti-kemapanan. Bagaimana tidak? Saya pernah bekerja dengan gaji yang sangat memadai di perusahaan swasta dengan fasilitas asuransi yang besar, intinya selama masih dalam plafon asuransi, perawatan di rumah sakit atau klinik semuanya dibayar perusahaan. Teman-teman seangkatan saya di perusahaan itu sudah banyak yang bisa mencicil rumah, membeli kendaraan, dll. Hal yang sama juga dialami teman saya yang dulu bekerja di perusahaan sekuritas. Makanya dia sempat bimbang ketika akan mengundurkan diri, terutama karena dia sudah berkeluarga.

Tapi akhirnya kami mengundurkan diri. Ada ketidakpuasan, ada kejenuhan, muncul impian-impian lama, dan berbagai perasaan lain. Bukan hanya kami berdua. Ternyata ada seorang teman di Vietnam yang juga baru berhenti pertengahan September ini dari LSM tempat dia bekerja. Kemudian akan ada seorang teman lagi di Kalimantan yang juga bersiap mengundurkan diri setelah 9 tahun bekerja di LSM.

Saya dan teman saya di Jakarta tadi mungkin mendambakan suatu ruang dimana kompetensi kami sangat dibutuhkan, dimanfaatkan, dan kami dapat mengembangkan diri di dalamnya. Bukannya kami tidak perlu materi tapi setelah materi terkumpul lalu apa….materi itu sendiri bukan hanya untuk dikumpulkan. Orang tua saya sendiri khawatir karena sepertinya walau akan menikah, cara berpikir saya belum sesuai dengan mereka. Mereka juga bingung bagaimana hari tua saya nanti kalau tidak ada pensiun sementara saya tidak ada usaha di luar pekerjaan formal.

Saya juga mulai berpikir hal yang sama dan masih mencoba memberanikan diri berdagang. Lagi-lagi mencari hobby dan minat saya. Everything is there in front you; don’t look elsewhere. It just wait to be found; begitu kata teman saya. Yes, sure. It’s there; I need to find it and seize the moment to bring it on. Saya akan terus berhubungan dan berdiskusi dengan teman-teman mengenai impian, ruang, dan diri.

Jakarta, 26 September 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s