Pengalaman-Saya

Perjanjian pra nikah


Setelah hampir 3 mingguan tidak memperbarui tulisan di blog, akhirnya saya menemukan tema yang menarik yaitu perjanjian pra nikah. Walaupun waktu pernikahan saya masih lama tapi saya ingin mempersiapkan untuk yang terbaik dan yang terburuk.

Setiap orang mengalami perubahan, termasuk diri sendiri dan pasangan. Saat perubahan itu terjadi, salah satu mungkin merasa tidak nyaman bahkan terasing dengan perubahan itu sehingga suasana pernikahan itu sendiri ikut berubah. Kita tidak pernah cukup mengenal seseorang karena setiap orang mengalami perubahan. Asas perubahan ini adalah salah satu alasan saya ingin melakukan perjanjian pra nikah (PPN).

Salah satu klausul dalam PPN biasanya mengatur pemisahan harta. Ini juga salah satu alasan yang kuat karena saya ingin memiliki kontrol dari harta yang saya miliki. Tadinya saya pikir kalau harta saya yang sedikit itu tidak perlu dilindungi, apalagi dari suami sendiri. Namun, saya makin bersemangat karena harta sedikit itulah yang merupakan hak saya dan penggunaannya harus dengan sepengetahuan dan izin saya. Asumsi jikalau pasangan saya nantinya memiliki rezeki lebih besar, bukan sesuatu yang pasti dan belum tentu harta itu berada dalam kekuasaan saya. Jadi dari hasil analisis kekuasaan (biar keliatan ada hasil dari workshop JASS…hehehe), saya ingin mempunyai kontrol dari apa yang sudah saya usahakan.

Saya sudah menyusun poin-poin yang akan ada dalam PPN. Pasangan saya sudah setuju, walau kadang sempat ragu-ragu dengan pertanyaan apakah aturan itu ada dalam Islam. Buat saya, Islam tidak akan melarang jika ada perjanjian yang dilakukan dengan niat baik dan untuk memberi rasa nyaman dalam menjalani pernikahan. Pernikahan itu sendiri adalah sebuah perjanjian. Pengembangan poin-poin itu masih saya kerjakan tapi saya juga akan minta dia untuk menambahinya.

Mungkin dalam implementasinya akan muncul kesulitan karena bisa saja harta suami dan istri bercampur. Untuk mencegahnya, saya lebih suka masing-masing memiliki rekening sendiri entah di bank atau lembaga keuangan lain seperti koperasi. Kemudian dibuat rekening baru untuk harta bersama yang akan digunakan untuk mengelola rumah tangga. Atau ada pembagian biaya rumah tangga, siapa membayar apa dan bukti-buktinya dikumpulkan bersama. Kalau ada yang bilang, “Kok hitung-hitungan banget sih sama pasangan sendiri?” Buat saya, memilih dan menjalani pekerjaan, pasangan hidup, menabung, memilih rumah, asuransi, dll memerlukan perhitungan atau pertimbangan. Nggak bisa terlalu naif juga bahwa orang yang kita cintai sekarang akan sempurna dalam mengelola uang. Kemampuan mencintai dan kemampuan mengelola keuangan perlu ilmu yang berbeda.

Saya juga belajar dari orang tua. Bapak saya suka sekali ngotak-atik mobil dan sering memakai uang gaji untuk itu. Sementara ibu berpikir bahwa gaji bapak seluruhnya harus untuk kebutuhan rumah tangga, apalagi kalau anak masih bersekolah. Perbedaan antara pengeluaran untuk hobi masing-masing dengan pengeluaran rumah tangga perlu diatur dengan baik. Makanya ibu juga bekerja informal untuk mendapatkan uang. Bagi saya, penghasilan ibu yang tidak rutin itu bukanlah tambahan melainkan support system yang penting bagi keluarga. Jadi saya tidak setuju pemisahan antara bekerja dengan keluarga bagi seorang perempuan sehingga dia diharuskan memilih salah satu. Saya pernah baca tuntutan itu dibuku berjudul “Ketika Perempuan Harus Memilih”. Saya lihat bekerja bagi sebagian besar perempuan/ibu adalah bagian dari mengayomi dan melindungi keluarganya. Wacana bahwa seorang ibu harus memilih antara bekerja atau keluarga adalah bagian dari sistem patriarki yang melihat ibu bekerja sebagai seorang perempuan yang egois dan mengabaikan hak anak-anak. Padahal sebagian besar tidak seperti itu.

In the meantime, my status is still open to relationship and is still in an open relationship. Cheers!

Medan, 1 Juli 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s