Pengetahuan-Saya

“Mengundang perempuan untuk berpartisipasi”


Dari website Women Who Tech ada beberapa fakta menarik yang saya ingin tekankan di bawah ini:
2% of open source developers are women.
Source: 2005 O’Reilly Open Source Convention
Women account for 28% of the workforce in proprietary software.
Source: FLOSSPOLS, 2004-2006
Women who earn B.S. degrees in Computer Science: 28%
Women who go on to get PhD: 16.5%
Women who held professional positions in the IT industry in 2006: 26%
Source: Anita Borg Institute, 2007
( http://www.womenwhotech.com/resources.html)

Kemudian fakta bahwa remaja perempuan perlu waktu lebih lama untuk mendapatkan akses ke komputer dibanding remaja laki-laki. Disebutkan bahwa untuk remaja perempuan, rata-rata usia pertama kali menggunakan komputer adalah 14,5 tahun sementara untuk remaja laki-laki usia 12 tahun. Kemudian rata-rata usia pertama kali remaja perempuan memiliki komputer adalah 19 tahun sementara untuk laki-laki 15 tahun (Source: FLOSSPOLS, 2004-2006).

Dalam websitenya, Women Who Tech menjelaskan latar belakang berdirinya website tersebut. Pertama adalah rendahnya keterwakilan perempuan dalam bidang TIK. Kedua, keinginan untuk menunjukkan hambatan yang dialami perempuan dalam TIK dan cara-cara yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan itu. Ketiga adalah keinginan untuk memobilisasi jaringan perempuan yang ada di bidang TIK. Di poin ketiga itu dijelaskan bahwa mereka ingin membangun pangkalan data pakar TIK perempuan yang dapat menjadi sumber/narasumber dalam konferensi media dan teknologi.

Dalam website Women Who Tech ada berbagai taut ke website yang lebih spesifik. Beberapa yang sudah saya kunjungi adalah BlogHer, ROSE Blog: Rikki’s Open Source Exchange, LinuxChick, Feminist approach to technology, dan Nonprofit Open Source Initiative. Artikel yang ada di ROSE Blog sangat menarik dan saya jadi belajar mengenai gerakan open source yang dilakukan perempuan di tingkat individu, organisasi open source, dan di negara bagian. Salah satu yang saya suka adalah artikel Rikki pendek, kurang dari 100 kata, lalu dia membuat link ke berita yang dimuat di surat kabar online.

Di salah satu artikel ditulis bahwa dari 15 peserta Code n Splode yang diadakan di Portland, 13 di antaranya adalah perempuan. Rahasia mereka sederhana: “We ask women to participate.” WOW!

Cukup suprise juga melihat link http://findingada.com/ mengenai kampanye Hari Ada Lovelace. Saya pernah mendengar namanya di mata kuliah mengenai database. Hanya memang yang ditekankan adalah peran Charles Babbage dalam menciptakan kalkulator dan mesin penghitung. Tidak dijelaskan lebih jauh peran Ada Lovelace sebagai programmer dalam proses itu.

Perambahan di hari Sabtu ini sangat bermanfaat.

Medan, 9 Mei 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s