Pengalaman-Saya

Ceritanya….


Ceritanya gua lagi kesel banget. Kejadiannya itu kemarin tapi baru kesel hari ini. Semalam udah merasa janggal tapi gua analisis dulu deh. Malam itu gua cukup terhibur karena melepas kangen dengan pacar jadi kejadian yang janggal itu gua lupakan sejenak.

Jadi gua yang ngajak aktivis cowok ini makan di luar. Dia mengaku aktivis feminis dan merasa perspektif gender begitu kuat dan selalu “bermain” dalam dirinya. Terserahlah. Dalam diskusi itu gua selalu memakai konsep perspektif perempuan daripada perspektif feminis. Sebenarnya itu gua lakukan untuk meng-counter “perspektif feminis”-nya. Setiap orang ada memang memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Cowok aktivis perempuan ini punya kekuatan untuk mendekati dan melobi orang. Nggak masalah kalau dia mau melobi gua untuk mendapatkan sesuatu sesuai prosedur. Tapi ada satu sikap yang gua nggak suka yaitu merendahkan aktivis perempuan lain, di suatu kesempatan berbeda dia bahkan memakai kata “tidak bervitamin” ke teman-teman gua yang bekerja di LSM perempuan. Aduh…tolong ya….

Tentu saja dia berhak mengeritik tapi merendahkan dan mengeritik itu dua hal berbeda. Dalam pertemuan itu gua sempat menggugat kata-katanya. Gua sebutkan nama teman di kantor sebagai aktivis dengan potensi sangat baik lalu dia bilang dia tidak pandai networking dan sebagainya. Aduh…segitunya siiih….

Di awal gua sempat bilang janggal dan kejanggalan itu karena gua yang ngajak makan tapi dia yang kemudian berinisiatif membayar. Emmm, gimana gituu….gua jadi ingat bahwa there is no such thing like free lunch, in this case it’s a free dinner.

Gua sendiri mengajak dia keluar untuk mengetahui proposal yang sempat dia ceritakan berhasil tembus ke lembaga donor di Jakarta. Gua ingin tahu tahapan kegiatan yang diajukan dalam proposal dan gua ingin tahu pendapat dia kalau gua ceritakan tentang kluwek. Well, gua memang cenderung ingin belajar mengenai networking, pengorganisasian, dan menangkap sedikit tren dari gerakan perempuan Sumut. I am not expecting him to understand about Kluwek as a community.

Sebel aja sih. Soalnya selain merendahkan teman-teman di kantor, dia juga menganggap melibatkan alumni jaringan tempat gua bekerja “terlalu merepotkan”. Ada sebagian idenya yang gua suka tapi gua nggak suka caranya merendahkan teman-teman yang gua anggap punya potensi. Apalagi mereka yang sudah terlibat dalam lokakarya tempat gua bekerja. Ah, bikin tremos (stres dan emosi) orang itu!

Ya, hadapi aja. Belajar asertif dengan mengatakan keberatan gua secara langsung atau melalui media lain yang dapat diterima dengan baik. Tired.

Medan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s