Pengetahuan-Saya

Online Fundraising


Sejak beberapa bulan lalu saya berlangganan newsletter dari The Resource Alliance. Mereka biasa mengirim informasi mengenai pelatihan dan tips peningkatan kapasitas dan sumber daya. Lalu pagi ini saya menerima informasi tentang the IFC online eConference yang mereka selenggarakan. Mereka mengatakan dalam forum ini peserta dapat berinteraksi langsung dengan the world’s best online fundraising experts. Para experts ini adalah direktur dari Obama’s social networks yang dapat menjelaskan mengenai how you can apply the lessons learnt from the Presidential campaign to broaden your own charity’s donor base. Kemudian pendiri Kiva.org mengenai how their giving portal is transforming fundraising dan beberapa manager dari lembaga non-profit di YouTube tentang how video can be used to fundraise for your cause.

Biaya untuk mengikuti acara adalah USD 275 atau bila mendaftar awal hanya dikenai USD 250. Menarik, karena saya lihat acara econference ini sendiri bagian dari fundraising. Penggunaan media untuk mengumpulkan dana ini sangat menarik karena memberi alternatif dalam cara gerakan dan mengumpulkan dukungan baik dalam bentuk moral maupun dana.

Penggunaan video di YouTube untuk penggalangan dana juga sama menariknya. Video memberikan suatu konteks kepada pemirsa tentang keadaan dari orang atau komunitas yang ingin mereka bantu. Pendonor juga tidak terbatas pada yayasan keuangan besar melainkan masyarakat biasa. Sejauh ini saya melihat penggalangan yang dilakukan untuk mengumpulkan dana tetapi bisa saja masyarakat menyumbangkan dalam bentuk kemampuan teknis dan peralatan. Dengan begitu, memang tidak sekedar fundraising melainkan resource-raising dan bisa mengarah pada volunteer organizations.

Dengan media online, berbagai isu yang dianggap kontroversial pun dapat dihadirkan (dikemas) secara elegan melalui proses edit offline sehingga tidak terlalu “keras” muncul di ruang publik yang nantinya justru merugikan. Pendekatan fundraising yang dilakukan melalui media sepertinya ingin menjangkau donor individu potensial yang selama ini belum diperhatikan apalagi dikelola secara serius karena dianggap belum signifikan. Salah satu potensi besar dari online fundraising ini yaitu dia bisa menjadi media pendidikan politik bagi komunitas kelas menengah ke atas untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial dan memahami isu besar (baik itu pluralitas atau keadilan sosial) yang terjadi di dalam atau di luar wilayah/negara mereka.

Kelompok menengah mungkin sudah membayar pajak tetapi hasil dan dampak dari pajak itu tidak terasa di level personal dan tidak ada pertanggung jawaban langsung. Dengan online fundraising, penyumbang/donor merasa terlibat dalam perkembangan suatu komunitas. Saya melihat online fundraising ini bisa ditambah dengan berbagai fitur. Misalnya website online fundraising dapat berjejaring dengan biro travel sehingga penyumbang yang menyukai pariwisata alam dapat ikut turun dan melihat lapangan yang selama ini mereka bantu. Tentu tidak sebagai turis melainkan sebagai “saudara jauh”. Sepertinya ada banyak fitur yang bisa dieksplorasi dari online fundraising. Belum lagi, setahu saya migrasi di Indonesia sangat dinamis sehingga banyak migran yang bermukim di kota besar ingin memberi sesuatu ke kampung halaman atau daerah asal. Sejauh ini saya mengetahui ada lembaga Rumah Zakat yang melakukan penggalangan dana semacam itu tetapi tidak berbasis online.

Memang awalnya tidak mudah dan perlu usaha meyakinkan dua pihak yaitu komunitas dampingan dan donor potensial. Worth to try, worth to explore.

Medan, 16 April 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s