Pengalaman-Saya

Pengalaman meng-install Open Office 3.0


Selama beberapa lama saya menggunakan OO 2.4 yang merupakan bawaan dari Ubuntu 8.04. Sampai datanglah keluhan seorang teman yang berprofesi sebagai dosen dan peneliti. Dia berkirim email tentang kesulitannya memberikan komentar di OO. Saya sendiri tidak tahu kalau dia ternyata memakai OO. Wah, rupanya promosi saya dan kawan-kawan tidak percuma. Saya akui OO 2.4 tidak memberikan fitur comment yang memadai seperti yang ada di WinWord. Namun, setelah saya membaca review OO 3.0, saya tertarik. Di OO terbaru itu sudah ada fitur comment yang sama bahkan dengan elemen bagus dari Winword karena pemakai bisa mengetahui nama pemberi komentar.

Langsung saja saya unduh Ooo_3.0.0_LinuxIntel_install_wJRE_en-US.tar.gz sambil membaca petunjuk cara menginstal. Filenya besar dan koneksi di kantor juga lambat. Setelah uninstall OO 2.4, saya mulai install OO 3.0. Berhasil terinstall, mengikuti petunjuk di berbagai blog. I love blogs. Namun, ada tahap yang berbeda. Rupanya karena file yang saya download agak berbeda dari file yang dibuat sebagai contoh di blog.

Meskipun begitu, saya yakin OO 3.0 sudah terinstall. Masalahnya saya belum bisa membuat menunya muncul. Sempatlah menghubungi teman di Jogja melalui pidgin tapi setelah cari sana-sini sendiri akhirnya bisa juga. Tinggal mengikuti jalur file-nya saja. Pokoknya jangan menyerah sampai mata mengantuk :). Untuk membuat menunya di panel, klik kanan pada panel – Add to Panel – klik 2x di Custom Application Launcher. Klik browse untuk mencari lokasi aplikasi OO 3.0 dipasang, misalnya di mesin saya ada di /home/forevernikn/opt/openoffice.org3/program/soofice lalu klik Open. Satu tahap teratasi.

Akhirnya, OO 3.0 sudah terpasang dan siap dipakai. Oya, awalnya saya sempat agak panik karena file berekstensi word tidak bisa terbuka. Rupanya harus disinkronkan dulu. Caranya, klik kanan di ikon file word atau odt, klik properties dan pilih tab Open With. Kemudian klik Add dan klik Use a custom command, lalu Browse. Cari lokasi aplikasi bernama “soffice”, lokasinya sama dengan yang digunakan pada waktu membuat menu OO di atas. Setelah klik Open lalu kembali ke jendela properties dan klik bulatan di samping tulisan soffice untuk membuka file MSOffice atau OO. Saya baru sadar kalau prosesnya lumayan panjang, hehehe. Tapi dengan cara itu saya jadi belajar lebih banyak. Asik kok!

Medan, 15 Januari 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s