Pengalaman-Saya

Kusuk dan Energi Kematian


Dua hari yang lalu gua kepleset di tangga di tempat kos. Gua terjatuh enam anak tangga sampe menimbulkan bunyi gedebug beruntun karena gua jatuh di atas pantat. Sakit banget. Pertolongan pertama gua adalah dengan mengusap-usap bokong gua itu. Lalu keluar tetangga kos yang berdiri terheran-heran melihat gua terduduk di anak tangga sambil meringis kesakitan. Dia bersimpati sama gua. Rupanya dia juga pernah menjadi korban lantai tangga yang licin dan sandal jepit yang gundul. Well, itu kalo memang ada istilah sandal jepit gundul.

Sempat takut jatuh ke lantai satu karena tangga itu tidak memiliki pegangan atau pelindung. Sempat juga was-was jatuh kepala duluan tapi itu semua tidak terjadi. Alhamdulillah. Bantalan pelindung sebelah kiri sakit banget dan merona merah. Sebelah kanan tidak ada masalah. Gua berasa pantat gua yang besar ini kok makin bengkak ya?

Besoknya gua masih berasa sakit. Sore hari gua pulang dari kantor, gua intip lagi dan kali ini warna merah telah berubah menjadi biru menakutkan. Hampir semua teman terutama yang sudah berkeluarga menyarankan gua untuk kusuk (pijat). Berhubung kemarin saya dan seluruh teman kantor mengikuti aksi menolak RUU pornografi di Medan, diputuskan untuk kusuk pada siang hari ini.

Bicara soal kusuk, gua ada pengalaman seru waktu di Padang dan Bukittinggi. Selama tinggal di sana selama hampir 10 hari, gua mengalami tiga kali kusuk. Sekali di Padang dan dua kali di Bukittinggi. Paling mengesankan adalah kusuk di Bukittinggi untuk membersihkan cairan sinus di setiap lorong wajah gua yang mungkin sudah mengeras karena dibiarkan selama 12 tahun lebih. Kusuk itu juga diyakini akan menyembuhkan sinusitis gua.

Gua jalanin kusuk itu, namanya juga usaha. Kusuk itu dilakukan seorang perempuan asal Banten yang menikah dengan orang lokal dan sudah lama tinggal di Bukittinggi. Tante K dan Tante L sudah menjadi pelanggan tetapnya. Modal gua hanya niat untuk sembuh. Lagipula, gua udah coba berbagai cara dan berbagai obat. Nggak rugi untuk mencoba cara lain.

Eh, dasar tante! Dia juga pesan sama Ibu Banten supaya gua enteng jodoh, sampai menyebutkan usia gua. Ampun deh! Kemudian pada saat kusuk, si ibu Banten melihat tanda lahir di perut gua. Dia berkomentar bahwa itu adalah Toh. Gua nggak ngerti maksudnya. Lalu dia menjelaskan bahwa Toh adalah tanda yang hidup dan menyerap energi. Dengan kata lain, dia ingin bilang kalau energi Toh itu yang bikin gua berat jodoh. Hemm, ada lagi kasus mistis yang bisa jadi bahan sinetron. Kayaknya selama ini gua deh yang sering menyerap energi beberapa cowok alias mendekati lalu mengecewakan mereka, hehehe.

Dia menambahkan kalau energi Toh gua harus dihilangkan. Gua lupa sarannya untuk menghilangkan energi Toh itu tapi ada hubungannya dengan gunting dan sungai. Ah, cari aja hubungannya. Dia melanjutkan bahwa efek dari energi Toh gua ini adalah kalau gua punya suami maka suami gua akan meninggal terus. Jika tidak, maka anak-anak gua akan meninggal. Help, I am dangerous!

Gua udah mau spontan bilang, “Wah, kebetulan, Bu. Gua memang nggak niat untuk kawin.” Tapi gua tahan dan mengangguk-angguk dengan takjub. Gua lalu kirim SMS ke nyokap di Jakarta tentang Toh itu dan dia langsung membalas untuk tidak mendengarkan analisis Ibu Banten tadi. Nyokap bilang kalau Toh biasanya agak menonjol dari kulit dan menyebar ke permukaan kulit, sementara tanda lahir gua itu justru ada karena (alm) nenek tercinta kebanyakan memberi alkohol ketika gua baru lahir. Ya, okelah.

Bagaimanapun gua tidak ingin membawa kematian bagi para lelaki yang berniat menjadi suami gua. Mungkin kalau bukan energi Toh itu yang akan membunuhnya, ada saja hal lain. Apa coba?

Medan, 23 Oktober 2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s