Pengetahuan-Saya

Peranan Kluwek dalam Komunitas Pengguna Linux Indonesia


Mengapa perlu dibentuk kelompok perempuan untuk pengguna linux? Itu pertanyaan yang sederhana yang jawabannya pun sederhana. Perempuan adalah bagian dari pengguna sistem operasi komputer dalam kegiatan mereka tetapi keberadaan mereka belum banyak terorganisasi dan terangkat dalam komunitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Peran yang potensial untuk dimainkan Kluwek dalam komunitas pengguna linux Indonesia adalah melakukan pendekatan, pengenalan, dan advokasi dengan mempertimbangkan aspek bias gender yang masih kuat dalam kehidupan masyarakat. Sasaran komunitas Kluwek tidak bedanya dengan KPLI yaitu kelompok siswa di pendidikan formal dan non formal, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan aparat pemerintah tetapi dengan memasukkan kepekaan gender di dalamnya.

Dalam suatu diskusi kelompok misalnya, akan selalu ada beberapa orang yang pasif dalam diskusi. Biasanya ada perempuan yang menjadi bagian dari kelompok pasif, takut mencoba, dan kurang percaya diri berhadapan dengan sistem operasi. Pada situasi seperti itu, Kluwek hadir untuk memberikan suatu figur yang dapat menggugah dan mengubah cara pandang dan mitos mengenai perempuan yang mampu dan mau belajar linux. Proses pembelajaran dalam kelompok adalah strategi untuk menunjukkan bahwa seseorang tidak sendirian. Dengan adanya Kluwek dalam KPLI, perempuan sebagai komunitas pemakai dapat mengidentifikasikan diri mereka sebagai pengguna linux.

Tidak banyak yang tahu bahwa ada banyak perempuan yang mempelajari, memakai, dan mengembangkan linux sebagai sistem operasi. Kluwek ingin mengangkat fakta itu lebih menonjol sehingga perempuan merasa senang, aman, dan nyaman untuk paling tidak mencoba linux, sebelum memakainya sebagai sistem operasi utama. Komunitas Pengguna Linux Indonesia dapat belajar dari sejarah bahwa TIK dalam berbagai bentuknya selain berpotensi mendekatkan sumber informasi dan memberi ruang bagi komunitas terpinggirkan, dapat berlaku sebaliknya. TIK justru dapat menguatkan nilai bias gender dan memperlebar kesenjangan dalam mengakses informasi karena infrastruktur yang mahal.

Tidak semua perempuan memiliki kendali mengenai pilihan sistem operasi jika perangkat yang dipakai adalah milik keluarga dan dipakai bersama. Namun, pengetahuan perempuan mengenai linux masih dapat memengaruhi sistem operasi yang digunakan dan menyebarkan informasi mengenai linux sebagai alternatif yang mapan.

Jakarta, 27 Agustus 2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s