Pengalaman-Saya

Rencana Mulu!


Besok, hari Sabtu, genap seminggu saya pindah ke kos yang baru. Kos saya berada dalam satu bangunan dengan Warung Babe yang ada di Jl. Setiabudi. Di sekitar jalan ini ada berbagai showroom motor, pajak (pasar tradisional) Setiabudi, toko bakery terkenal di Medan yaitu Majestyk, berbagai macam warung, Pizza Hut, dan banyak lagi deh. Lokasinya di pinggir jalan. Memang ramai dan itulah yang saya cari.

Bangunan ini terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama dijadikan tempat makan sementara lantai dua dan tiga dibagi dalam beberapa kamar, lalu lantai empat adalah jemuran. Sayangnya, bangunan ini memang tadinya sebuah gudang jadi struktur dan arsitektur bangunan juga layaknya gudang. Langit-langit dan jendelanya tinggi. Jendela diberi teralis besi, saya merasa seperti di penjara. Kamar saya berada di lantai dua jadi lumayan menyenangkan untuk melihat situasi jalan.

Baru kemarin, jendela yang besar itu memiliki gorden. Akhirnya, setelah diminta berulang kali. Tinggal meja dan kasur springbed yang belum dipenuhi. Mungkin pemiliknya menunggu sampai bulan depan. Pemilik bangunan ini menyerahkan pengelolaannya kepada Babe, seorang pria berusia 40-an yang menyewa bangunan bawah dan empat tingkat di sampingnya sebagai ruang usaha. Babe dan istrinya adalah orang Jogja yang sudah 14 tahun bermukim di Medan. Mereka memiliki sekitar lima karyawan yang tinggal dan bekerja dengan mereka.

Saya masih cukup nyaman di tempat ini karena lebih mudah juga untuk membuat janji dengan orang lain. Walaupun tidak banyak juga orang yang bikin janji sama saya.. gimana sih Niken? Saya belum banyak teman di Medan. Mereka pun banyak yang sudah bekerja dan sejauh ini teman-teman saya bekerja di lapangan dan bagian keuangan. Nah, dua jenis manusia di bidang itu ‘kan terkenal sibuknya. Jadilah saya juga dibuat berkutat pada pekerjaan. Sabtu dan minggu adalah hari perdamaian.

Tadinya berencana untuk ke Bukit Lawang. Tapi….selalu ada tapi kalau keinginan saya tidak benar-benar kuat…saya memutuskan untuk jalan ke USU dan mencari tempat yang enak untuk menulis. Saya akan coba di kantin FKG. Kantin di jurusan lain sepertinya terlalu ramai, tidak cukup bersih, alias tidak nyaman untuk tempat melakukan refleksi. Baiklah…itu rencana Sabtu. Untuk Minggu, saya belum ada rencana. Lihat nanti saja.

Pagi ini dilalui saya cukup senang karena ibu menelepon dari Jakarta. Dia rupanya sudah balik dari Waung, Sidoarjo. Biasa deh, bapak itu nggak bisa ditinggal lama-lama. Lelaki yang sudah terbiasa diurusi orang lain memang jadi nggak bisa mengurusi diri sendiri. Hemm, sudah waktunya berangkat kerja. Ntar disambung lagi.

Medan, 27 Juni 2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s