Pengalaman-Saya

Meluangkan waktu


Meluangkan sedikit waktu untuk menulis jurnal menjadi keistimewaan akhir-akhir ini. Kesibukan di pekerjaan baru banyak menyita pikiran, waktu, dan energi. Berangkat biasanya jam 7 karena nebeng kendaraan teman lalu pulang sekitar jam 18. Sampai di kos sekitar jam 19 kurang dan langsung sholat Maghrib.

Biasanya saya membeli makan dalam perjalanan pulang, bisa di daerah simpang kampus USU atau di Jalan Mesjid, Setiabudi yang searah dengan arah rumah kos. Harga makanan hampir semua pukul rata enam ribu rupiah belum termasuk minum. Cita rasa makanan campur-campur, tetapi orang Sumatera Utara sepertinya tidak suka rasa pedas. Berbeda dengan orang Sumatera Barat yang getol dengan balado.

Tidak lama setelah menyantap makan malam, saya biasanya tidur. Kalau tidak mengantuk saya akan chatting dengan siapapun yang sedang online melalui Nokia E61i. Wah, tanpa mesin satu itu hidup di Medan jadi tidak nyaman. Dengan mesin itu saya dapat berkomunikasi dengan beberapa teman di Jakarta atau teman baru yang belum pernah saya kenal di Medan. Sebelum genap seminggu di Medan, saya langsung mengunjungi XL Center di Medan Fair Plaza untuk berlangganan paket Mega Data yang Rp 99 ribu per bulan. Di daerah kos dan kantor memang minim koneksi 3G tapi bisa sampai UMTS saja sudah bagus.

Mengenai kos, saya masih mencari alternatif lain dengan harga yang lebih murah. Memang ada tetapi sistem di Medan biasanya yang disewakan adalah kamar kosong. Alhasil penghuni harus mengisinya dengan kasur, dipan, lemari, dan perkakas lain. Biaya sewa dihitung per tahun dan belum termasuk listrik dan air. Jatuhnya ya mahal. Itu jadi salah satu pertimbangan saya untuk mengambil kos yang sekarang karena sudah dilengkapi perlengkapan dan listrik ditanggung yang punya rumah.

Laundry per kilo memang ada tetapi letaknya di sekitar kampus, itu pun tidak banyak. Biayanya Rp 8 ribu per kilogram. Mahal sekali. Jadi saya memutuskan mencuci sendiri. Ya, tidak adil kalau membandingkan semuanya dengan daerah lain yang pernah saya singgahi seperti Jakarta, Paiton, dan Jogja. Kalau di Jogja, enteng saja saya bawa cucian kotor ke laundry yang hanya Rp 2.300 sampai 3.000/kg. Lagipula saya dengar dari teman, laundry di Medan tidak mau mencucikan pakaian dalam.

Wilayah kos saya tinggal termasuk cukup strategis asal ada kendaraan. Jika ada kereta (motor, hanya 10 menit dari kompleks kampus USU dan 5 menit untuk mencapai kawasan Setiabudi yang ramai dengan banyak pilihan kuliner di pinggir jalan. Saya belum mencoba jalan dan jajan ke Medan Kota. Baru pada tahap lewat saja.

Beberapa hari kemarin sempat mencoba beberapa makanan seperti nasi goreng, ikan arsik, siomay bakso, ayam bakar, lontong sayur ala Medan. Oya, Inang yang ada di kantor pun suka memasak makanan dari bahan yang belum pernah saya coba sebelumnya. Dia suka memasak nasi merah yang proteinnya lebih tinggi dan harganya mahal di pasaran. Saya justru banyak tahu lebih banyak hasil bumi Sumatera Utara dari dia. Nasi merah memang lebih enak dari nasi putih. Satu kekurangannya, kurang pedas. Lidah saya sudah dibentuk oleh orang tua asal Jawa Timur dengan cita rasa puedas tuenan. Sampai ke manapun, selera lidah ini akan terbawa.

Di daerah Padang Bulan, Simpang Pos, sampai ke arah Simalingkar berderet warung yang menjual daging babi mentah dan matang. Pinggiran jalan semarak dengan potongan daging babi merona. Ehem.

Oya, dua hari yang lalu, mahasiswa USU meramaikan dan memblokir beberapa simpang jalan dalam demonstrasi mereka menentang kenaikan harga BBM. Sementara tanggal 26 Mei akan ada pertemuan para aktivis perempuan Sumatera Utara yang diadakan di Medan. Seru nih!

Kesimpulannya, bagaimanapun Depok lebih nyaman (hemm, kok langsung lompat ke Depok yah). Nggak nyambung! Tulisan saya lama-lama jadi seperti potongan teka-teki. Paragraf satu dan di bawahnya tidak nyambung dan tidak menggunakan kalimat peralihan. Lagi capek nih. Sekarang saya mencoba strategi visioner baru: bayangkanlah dengan gembira!! Waaa, boljug dicoba.

Medan, 23 Mei 2008.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s