Pengalaman-Saya

Sinusitis akut


Pernah dengar mengenai sinusitis? Saya baru mengenal nama itu pada saat SMP. Ketika itu, rumah saya yang berubin dan biasa dilapisi karpet plastik diganti dengan karpet seperti permadani, tetapi dengan bulu yang lebih kasar, mulai dari ruang tamu sampai dekat ruang makan. Nah, pada saat itu pula saya senang tidur-tiduran di atas karpet itu. Awalnya tidak ada yang aneh. Kami memang tidak rajin membersihkan karpet itu. Kemudian setelah sekian lama, saya mulai sering bersin dan ingusan walau tidak flu.

Hanya saya yang mengalami kelainan itu. Adik laki-laki, ayah dan ibu tidak mengalami hal yang sama. Kelainan itu semakin mengganggu. Bagaimana tidak, hampir tiap hari hidung saya mengeluarkan lendir dan kadang terus-menerus bersin. Saya risih juga dengan sekeliling saya kalau mau mengeluarkan lendir. Saya pun mulai membawa sapu tangan kemana-mana. Hidung saya sepertinya rusak. Kami sekeluarga tidak paham dengan kelainan ini. Akhirnya ibu mengajak saya untuk berobat untuk mencari tahu.

Singkat kata, kami dirujuk menjalani tes alergi di RS Mitra Keluarga, Jatinegara. Walhasil, saya dideteksi menderita alergi berat terhadap tungau debu. Kami sekeluarga heran, apa itu tungau debu? Kami belum pernah mendengarnya dan mengapa hanya saya dan mengapa ketika saya remaja? Ada banyak pertanyaan dan tidak semuanya dapat dijawab dengan memuaskan oleh para dokter ahli. Ketika berobat di RS Perhati di Jl. Proklamasi, hidung saya difoto dan didiagnosa bengkok sehingga perlu dioperasi. Wow! Saya takut dan biayanya pasti mahal. Ternyata setelah ditelisik, mengoperasi hidung belum menjamin akan menyelesaikan kelainan jika masalahnya adalah alergi.

Dulu, sinusitis saya belum parah karena hanya kambuh pada saat cuaca dingin dan jika ada barang-barang berbulu. Tetapi sekarang, makin tidak dapat diprediksi. Pagi, siang, malam bisa jadi keluar terus lendir di hidung. Kadang tanpa didahului bersin. Saya sudah coba berbagai metode pengobatan mulai dari medis dan alternatif. Saya pernah coba ghurah dua jenis, pernah coba pendekatan medis dan tidak terbatas di Jakarta. Orang-orang yang tidak tahu mengenai kelainan saya ini mungkin menjadi jijik. Tetapi saya sendiri kadang kewalahan dengan produksi lendir berlebihan yang keluar dari hidung.

Jika sinusitis saya sudah parah maka lubang hidung tersumbat. Sangat tidak nyaman dan sering mengganggu aktivitas karena lendir itu sering menghambat saluran pernapasan. Seringkali saya harus bernapas melalui mulut selama beberapa menit. Jika sudah tidak tahan maka saya akan minum Nagelstan atau Decolgen. Tapi itupun tidak baik dan saya tidak ingin melakukannya seumur hidup.

Saya mencoba menjauhi es batu dan air dingin. Kalau saya minum keduanya dapat dipastikan hidung saya langsung memproduksi lendir. Tapi mosok minum juice tidak pakai air dingin? Saya sedang mencari-cari informasi mengenai sinusitis dan pengobatan yang cocok dengan tubuh saya. Jika ada yang mengetahui informasi yang sedang saya cari, mohon saya diberitahu.

Kalisari, 23 April 2008

Advertisements

2 thoughts on “Sinusitis akut

  1. saya ada keluhan lendir yang berlebih dihidung, di kerongkongan yang sudah menahun. please informasinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s