Pengetahuan-Saya

Seorang sahabat adalah hadiah dan anugerah terindah


Ada jarak tujuh hari antara ulang tahun saya dan Devina. Kami lahir pada tahun dan bulan yang sama sehingga usia kami pada tahun ini pun sama, 29. Usia kritis pada sebagian orang di sebagian budaya. Usia dewasa yang hendak menembus batas kepala tiga.

Devina, sebagai seorang sahabat, adalah hadiah dan anugerah terindah. Kehadirannya dapat menghibur dan memberi kesadaran bahwa kesedihan dan kekecewaan bukan perkara yang abadi. Di pagi yang cerah ini, saya ingin bercerita mengenai perjalanan sebuah persahabatan.

Hampir setiap orang memiliki suka duka dalam menjalani sebuah hubungan. Saya pun mengalaminya. Perjalanan sebuah hubungan dengan Devina tidak akan terlupakan. Saya ingat peristiwa ketika saya sedang berada dalam suatu pelatihan di Kaliurang, Jogja kemudian Devi menelepon saya. Bercerita mengenai keadaan dirinya dan mengajak ngobrol. Dengan senang hati saya mendengarkan. Sejauh ini, hal itu yang banyak saya lakukan padanya karena saya sebenarnya bukan referensi yang tepat untuk berkonsultasi. Saya yakin dia pun tahu sehingga ketika dia bercerita, saya merasa dia ingin didengarkan bukan untuk mencari solusi dan jawaban yang baik bagi kondisinya.

Sebagai seorang sahabat, saya memiliki banyak keterbatasan. Adalah yang terbaik ketika sahabat saya memahami dan dapat menerima keterbatasan itu. Hidup ini rasanya hampa tanpa kehadiran sahabat. Hidup saya di Jakarta, Paiton, dan Jogja rasanya hampa tanpa sahabat seperti Devina.

Cerita-ceritanya mendorong saya untuk berefleksi bahwa di mana pun seseorang berada, masalah tidak pernah lari tetapi harus dihadapi dan diselesaikan. Karakter kami berdua berbeda dan hal itu ternyata dapat mempertemukan kami. Satu hal yang paling berkesan dari persahabatan kami adalah ketulusan. Kami berdua tidak memiliki agenda tersembuyi dan kepentingan terselubung dari hubungan ini. Saya tidak ingin memengaruhi Devina dengan pemikiran saya. Cukuplah bagi saya untuk menaikkan semangatnya dan flashback mengenai keseharian yang dapat mengingatkan kami bahwa satu-satunya cara untuk hidup adalah hidup.

Persahabatan yang tulus menjadi tanpa beban dan ringan. Saya mensyukuri sebuah hubungan yang tulus karena saya pernah menjalin hubungan yang tidak tulus dan memiliki banyak kepentingan. Perjalanan hidup selama 29 tahun menjadi istimewa dan layak untuk dirayakan karena persahabatan yang mewarnainya. Terima kasih untuk Devina yang telah memberi warna berbeda dan memberi inspirasi dalam hidup para sahabatnya.

Jakarta, 19 April 2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s