Pengalaman-Saya

PT Telkom yang “Unconnected 2 You”


Bayangkan betapa terkejutnya saya mengetahui bahwa tarif telepon dari PT Telkom untuk mengakses internet dengan ISP non telkom adalah Rp 150/menit. Gila apa?! Saya mengetahuinya ketika menelepon nomor 147. Saya nggak bisa mengeluh ke petugas karena dia bukan pengambil keputusan. Malah kedengaran konyol kalau saya menumpahkan kejengkelan pada dia.

Saya memang dapat memanfaatkan koneksi internet di daerah kampus UI tapi itu pun terbatas waktunya karena saya tidak bisa bersarang terus di sana. Itu pun tidak terus-terusan berada di sekitar kampus, kadang main ke kos teman. Saya perlu sambungan ke internet di rumah atau kalau masih terjangkau yang mobile melalui laptop. Tadinya tertarik dengan fastmedia yang broadband unlimitednya termurah tetapi setelah menelepon customer support, wilayah rumah saya belum terjamah oleh sinyal mereka.

Biasanya saya memang pakai telkomnet tetapi saya ingin coba layanan lain, terutama dengan kisaran harga Rp 100 ribu. Cari beberapa broadband lain masih di kisaran Rp 300-400 ribu. Infoasia.com menawarkan harga Rp 350 ribu/bulan unlimited sementara mobileQu dari Quasar menawarkan harga Rp 330 ribu/bulan unlimited untuk kecepatan 256K. Saya sebenarnya tidak perlu unlimited, hanya perlu minimal 30 jam per bulan.

Saya kemudian coba layanan dial up dari elga.net.id. Registrasi seharga Rp 30 ribu dan dial up unlimited seharga Rp 50 ribu. Saya memakai PC untuk koneksi karena modem di laptop belum terdeteksi oleh OS Ubuntu. Saya mulai berlangganan sejak 27 Februari sampai dengan 27 Maret. Sejauh ini saya masih ingin melihat hasil tagihan telepon di bulan Maret. Sebelumnya saya pernah memakai centrin dan tagihan tidak terlalu menggelembung tapi sempat membuat saya berada sebagai tertuduh di rumah. Ya siapa lagi yang memakai internet di rumah kalau bukan saya?

Saya tertarik dengan tawaran dari mobileQu (layanan wireless) untuk skema Time Based dengan paket 25 jam dan bonus gratis 10 jam menjadi total 35 jam dan masa aktif 45 hari seharga Rp 75 ribu (sudah termasuk PPN dan masa tenggang 30 hari). Sementara itu masih pikir-pikir untuk pakai XL karena untuk unlimited seharga Rp 345 ribu. Saya tertarik untuk pakai paket XL yang Rp 99 ribu/bulan tapi kalau sudah ada PCMCIA modem yeh. Mari kita lihat siapa yang ingin berbaik hati pada makhluk pemilik blog soenting melajoe ini.

Sementara menunggu PCMCIA modem, saya agak khawatir dengan tagihan telepon bulan Maret. PT Telkom kejam banget sih…langganan udah banyak bahkan pada ngantri untuk langganan telkom tapi harga tetap mahal. Atau mungkin saya aja yang “miskin”, masak harga Rp 300 ribu broadband unlimited tidak terjangkau? Masalahnya populasi orang dengan tingkat penghasilan seperti saya kan banyak, jadi memang banyak miskin yang termiskinkan oleh sistem telekomunikasi negara ini.

Di tulisan selanjutnya, saya ingin membahas mengenai hubungan harga koneksi internet di negara berkembang dengan kesenjangan konten. Yah paling tidak kondisi ini dapat memberi satu ide tulisan. Apalagi yang bisa saya perbuat?

Jakarta, 28 Februari 2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s