Pengetahuan-Saya

Sabotase di Organisasi


(Geleng-geleng kepala dulu.)
Ada yang menarik dari mengamati dan mengalami politik organisasi. Saya masih awam, saya yakin lebih banyak yang lebih “pakar” dalam hal ini dan sudah makan asam garam cuka yang lebih “sadis”. Saya masih pemula dan masih tertarik menonton dan mengamati dan kadang mengikuti gerakan “sabotase”. Saya pakai tanda kutip karena tindakan ini bukan sabotase kekerasan fisik.

Dalam organisasi, selalu ada struktur. Sebagai staf biasa, saya lebih banyak bergaul dengan struktur di tengah alias yang nanggung a.k.a staf tadi. Sebagai staf maka mereka adalah pelaku di lapangan dan pada posisi tertentu juga punya tugas untuk sedikit mendekat ke level direksi a.k.a. menyusun laporan bulanan.

Staf juga manusia maka dia bisa ngambek dengan berbagai varian. Staf bisa begitu lama mengolah dan menyelesaikan satu pekerjaan. Alasan yang diberikan beragam dan kadang tidak ada alasan sama sekali. Supervisornya dibuat menggantung. Kalau supervisor berbakat ngomel dan ngomong nyelekit maka ada kemungkinan pekerjaan itu selesai dengan beberapa catatan akibat keterpaksaan. Kadang disertai dengan tatapan tanpa daya dan jengkel dari staf. Hasil akhir lebih penting daripada proses! Terutama bila proses berpikir staf sedang terganggu, jadinya lola alias loading luambatt.

Staf juga bisa curhat yang kemudian diolah untuk dimasukkan dalam laporan. Hasilnya? Ya, jangan tanya saya! Kalau bos saya baca blog ini gimana dong?

Varian lain dari protes staf adalah berlagak seenaknya sendiri. Misalnya diberi tugas luar kota yang penting tetapi dia malah jalan-jalan, ke Bedugul misalnya. Pekerjaan sih selesai tapi soal kualitas, belakangan. Teknologi informasi memang kian canggih dan sangat cepat tetapi model protes seperti ini tidak akan lekang oleh masa.

Masih ada varian lain yaitu sering datang ke kantor telat atau datang pada saat hampir semua staf pulang. Dengan begitu, staf ingin “terlihat invisible”, bingung nggak? Staf ingin menunjukkan protesnya melalui ketidakhadiran. Pekerjaan mungkin selesai tetapi dia ingin menjadi sosok misterius yang dicari. Bisa jadi staf itu mangkir dari kantor selama satu minggu tanpa informasi atau hanya sedikit yang mengetahuinya. Dia seperti ingin mengatakan: “Gue bosen sama pekerjaan di kantor” atau “gaji gue nggak naik niy?”.

Tampang bloon kadang jadi varian jitu. Staf dan atasan mungkin agak terheran melihat satu orang menjadi bloon secara mendadak. Staf itu menunjukkan tampang bingung dan nggak nyambung. Bos lalu mencoba menjelaskan sekali lagi sambil mencoba bersabar. Staf lalu terlihat serius tapi kemudian dia bertanya lagi. Coba cek, apakah dalam seminggu yang lalu dia mengalami kecelakaan parah atau baru diputuskan pacar? Kalau tidak, berarti itu sabotase terselubung.

Kadang staf menunjukkan tanda-tanda terserang selective amnesia alias lupa pada hal-hal tertentu tapi tidak lupa meng-update blog. Nah, ini dia! Kok bisa? Jika anda atasan dari staf tadi, jangan langsung marah karena dia bisa makin lupa. Coba cari alamat blog-nya di google dan baca keluhannya yang kadang tidak tampil di laporan.

Terakhir, tapi mungkin juga akan bersambung, adalah blog. Beberapa staf memiliki blog pribadi. Jika anda sebagai staf atau memiliki staf yang blog-nya selalu update, perhatikan dan waspadalah! Sepertinya ini gejala bahwa ada suatu hasrat yang tidak tersalurkan. Jika anda atasan yang bertanggung jawab maka coba baca blog staf anda secara rutin. Walah!
Sekian.

Lempuyangan, 22 Januari 2008

Advertisements

One thought on “Sabotase di Organisasi

  1. Sorry, baru sempet mampir. Emang karena itu Nikn hijrah ke Medan ?

    Keep writing….. Mau nerusin baca-baca archives sampe yang paling baru. Ciao…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s