Pengalaman-Saya

Hujan Inspirasi


Hujan malam ini benar-benar meluberkan inspirasi. Betapa tidak, saya sulit berhenti menulis saat ini. Setelah dilanda kemarau sampai bulan November, akhirnya Jogja didatangi hujan deras selama dua minggu terakhir.

Gelombang besar setinggi 2-4 meter melanda beberapa bagian pesisir Indonesia. Saya tidak mengikuti berita terakhir dari kondisi itu. Saya bisa membuka detik.com atau kcm tapi saya tidak antusias mendengar berita. Sampai sering saya seperti pertapa yang menyepi di pegunungan karena tidak tahu apa yang terjadi di sekitar saya.

Hari ini adalah hari Natal bagi umat Kristiani. Biasanya hari ini orang tua saya akan bertamu ke rumah Bule Kris di Munjul. Teman-teman kos banyak yang sudah ke gereja kemarin malam. Menurut mereka yang sudah lama bermukim di Jogja, pada tanggal 24 Desember kemarin jalanan di sekitar Gereja Kota Baru akan macet. Jalan di gereja depan Kampus Duta Wacana juga ramai walau tidak padat.

Malam ini Jalan Hayam Wuruk atau lebih dikenal Lempuyangan sangat lengang setelah diguyur hujan sejak sore tadi. Hujan begini cocok untuk ditemani dengan rokok. Saya pun mencari asbak dan ternyata hilang. Ini akibat dari kebiasaan saya meninggalkan asbak di dekat tempat sampah dapur. Saya sudah tanya penunggu kos dan dia juga tidak tahu. Padahal hanya kita berdua yang merokok di kos ini. Tidak ada asbak, piring pun jadi.

Seorang teman mengatakan bahwa saya tidak menikmati rokok saya. Jadi merokok pun perlu ilmu dan teori? Sudahlah, saya merokok dengan cara sendiri. Ngomong-ngomong mengenai rokok, ibu pemilik kos tidak suka dengan perempuan merokok. Saya mengetahuinya secara tidak langsung dari salah satu penjaga kos yang menasehati teman sesama penjaga kos supaya tidak “keras-keras” mengatakan saya merokok. Takut kedengaran ibu kos.

Jadi saya pun berhati-hati. Pintu dan gorden saya tutup mengantisipasi kalau-kalau ibu kos keliling kamar.

Melakukan refleksi pada hari Raya Kepercayaan sangat menyenangkan karena selalu terjadi di tengah usaha manusia bergulat memahami fenomena alam. Hujan dan angin badai, kekeringan, gelombang laut yang besar, kenaikan harga bawang merah, telur, dan cabai, sampai rokok pun mencampuri perayaan dan kepercayaan terhadap Maha Kuasa.

Lempuyangan, 25 Desember 2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s