Pengalaman-Saya

Cincau disertai Musik Klasik


Tanggal 27 Desember, saya haid hari pertama. Sebelumnya pada tanggal 1 Desember saya haid. Jadi ada selang waktu 26 hari ke haid sesudahnya. Perut saya berkontraksi hebat dan saya lelah sekali karena begitu banyak energi yang terkonsentrasi pada kontraksi peluruhan di rahim. Saya membalurkan balpirik merah di sekitar perut bagian bawah. Cukup membantu. Apalagi pagi itu saya pergi ke rumah teman di Prambanan.

Siangnya saya minum Feminax karena sakit sekali. Nyeri lumayan bisa teratasi dan kami berdua bisa melanjutkan diskusi mengenai sosiologi pedesaan, teknologi informasi dan komunikasi, telecenter, program pembangunan, seputar pekerjaan, dan menggosipkan HY. Ketika akan pulang, saya dibawakan daun cincau. Wah, senangnya. Setelah diberitahu cara memasaknya, saya pun pamit pulang. Mendung dan gerimis sudah memayungi Prambanan.

Sampai di rumah, saya beristirahat. Siklus menstruasi membuat perut bergejolak dan saya merasa lelah seperti habis melakukan kerja berat. Perut terasa kaku. Biasanya peristiwa seperti itu hanya terjadi paling lama empat jam. Tapi entah kenapa, malam itu saya masih merasa nyeri bahkan beberapa kali puki terasa sakit. Saya coba beristirahat. Malam itu Jogja diguyur hujan disertai angin kencang dan dua kali mati lampu sementara persediaan lilin saya hanya dua.

Setelah lampu menyala, saya mulai mengolah daun cincau sendirian. Setelah dua hari yang lalu cukup sukses dengan bubur kacang hijau, saya ingin mengolah yang lain. Setelah air sari cincau selesai diperas maka didiamkan. Saya lalu memanaskan gula merah dan santan (dipisah). Saya pikir, cincau baru mengeras besok. Jadi saya tinggal tidur.

Pagi ini, matahari bersinar cerah. Setelah menyalakan komputer dan mencuci motor, saya menghampiri cincau. Sudah jadi! Saya buang airnya dan mulai mengambil cincau ditambah santan dan gula merah. Sip, berhasil, enak! Bagus untuk sarapan karena saya malas keluar kos.

Saya makan cincau sambil menulis dan mendengarkan musik klasik dari Eltira FM. Damai di hati, damai di perut.

Salam akhir tahun.

Lempuyangan, 28 Desember 2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s