Pengalaman-Saya

Kawin kontrak


Melamar suatu posisi atau pekerjaan adalah sesuatu yang menyenangkan bahkan menjadi pekerjaan tersendiri. Saya sudah menyukai proses ini sejak lama. Dalam CV dapat dilihat kalau lama saya bekerja di suatu organisasi adalah 1 tahun 3 bulan yaitu di Paiton. Kuliah di Program Kajian Wanita bisa saja dianggap sebagai pekerjaan paling lama. Saya menyelesaikan kuliah selama 2 tahun. Sarjana pun saya selesaikan tepat waktu. Bukan karena saya cerdas tapi karena dari dulu saya orang yang tidak sabaran menyelesaikan sesuatu pekerjaan.

Pekerjaan adalah pengalaman magang. Saya magang sambil bekerja. Saya mengambil banyak pelajaran berharga dari berbagai organisasi. Saya tidak pernah merasa bahwa seringnya saya berpindah kerja menjadi kelemahan, terutama dalam situasi sekarang yang kebanyakan masa kerja dibatasi oleh kontrak per 1 tahun atau 2 tahun. Saya justru merasa lebih baik dengan program “magang” seperti itu. Dengan begitu saya tahu target, pencapaian, dan evaluasi yang harus saya lakukan dalam periode 1 tahun.

Saya tidak pernah merasa terancam dengan kerja sistem kontrak. Saya selalu bersemangat mencari peluang baru di tempat lain. Saya tahu potensi diri dan apa yang perlu ditonjolkan sebagai kekuatan dan kelemahan. Saya tidak cepat puas dan selalu bertanya “apa lagi?”

Pedoman dalam bekerja adalah saya mengabdi pada isu dari sebuah organisasi, bukan pada manajemen dari organisasi tersebut. Namun, jika manajemen sebuah organisasi mengurangi kinerja pengabdian saya maka saya memang tidak dapat berlama-lama di sana. Beradaptasi pada lingkungan baru bukan masalah besar. Berpindah tempat kerja juga bukan sesuatu yang berat untuk dilakukan. Selama tekad saya kuat, selama saya punya target yang ingin dicapai, maka apapun dapat saya lakukan. Namun, kalau sudah tidak ada tekad, saya cukupkan kisah itu sampai di sana.

Mungkin ada yang mengatakan saya tidak konsisten atau tidak militan dalam memperjuangkan suatu isu. Namun, ada begitu banyak hal yang tidak saya ketahui di dunia ini. Berenang di satu danau rasanya tidak cukup bagi saya. Selain karena saya tidak bisa berenang, saya juga ingin berada dalam danau lain. Dengan kata lain, saya cuma bisa berendam. Yah, silahkan berpendapat, selagi tidak dilarang.

Saya pikir di Yogyakarta ini saya telah menemukan “rumah” tetapi ternyata belum. Saya masih bersemangat menebar pesona, TP, TP (Tebar Pesona). Yogyakarta belum menaklukkan saya. Sudah tidak terhitung rasanya berapa kali saya bolak-balik ke Jakarta, “ayunan masa kecil” yang masih begitu indah dipandang asalkan jangan dirasakan.

Mengakhiri tahun 2007 ini, saya mencari tempat magang baru. Kontrak jangka pendek yang baru. Saya siap dikontrak. Perbaruilah aku!

Lempuyangan, 3 Desember 2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s