Sajak-Saya

Salah


Nona,
Ku pikir salah untuk memikirkanmu
Terlalu tinggi khayal ku untuk bersamamu
Ketika harapanmu adalah bukan dengan ku

Sebaiknya, jangan pernah ada rasa
Yang lebih dari seharusnya
Di antara kita berdua
Ku takut terluka

Nona, Ku salah
Di saat ku mulai dapat percaya
Ku menjadi lemah, tidak berdaya
Ku laki-laki perkasa
Jangan kau beri ku rasa yang palsu

Nona,
Maafkan ku yang angkuh
Ku tidak cukup jujur
Untuk menjadi laki-mu

Nona,
Kau sungguh berani
Memprotes cerita ku
Meragukan alibi ku
Mengutuk rayuan ku
Mengatakan isi hatimu
Kau membuat ku ‘bukan apa-apa’

Nona,
Ku salah
Harusnya ku tahu kau bukan balita
Yang bisa kubelikan permen lalu jatuh cinta

Nona,
Bisakah ku menggilaimu
Untuk waktu yang lama
Biarkan ku mencintamu
Dan kau pura-pura tidak tahu

Di antara kita berdua
Ku takut terluka
Lalu ku mendua
Ku salah,
Kau tidak pernah menjadi perempuan kedua

Nona,
Kau buat ku gila
Kau acak-acak konsep cinta ku dengan mudahnya
Kau bongkar strategi lama ku
Kau petakan kebiasaan ku
Kau manusia betina yang kecewa
Kau pernah berucap: “Laki-laki sepertimu
Hanya patut menjadi objek disertasi, bukan untuk dinikahi.”
Telur busuk!

Nona,
Ku laki-laki dengan banyak wajah
Ku punya harga diri
Ku ingin ditakuti dan dipuji
Tapi kau menyatakan cinta pada ku
Bajingan macam apa kau ini?

Nona,
Kau anggap ku laki-laki yang suka mengulang cerita
Pada perempuan yang berbeda
Kau mentahkan pesona ku
Kau hilangkan mantra kejantanan ku
Empat pil Viagra tidak akan mampu melumpuhkanmu
Taik kucing!

Tidakkah kau ingin memiliki kelakian ku?
Merasakan kehangatan pelukan ku?
Bisa-bisanya kau ingin menjadi manusia setara
Ku hanya ingin seorang istri
Bukan Srikandi atau Rasuna Said

Ku tak sanggup, Nona
Ah, biarkan ku menjauhimu
Jangan lagi kau ketuk hati ini
Ku tak ingin membencimu
Ku tak ingin jatuh cinta padamu

Nona,
Kau perempuan yang bersuara
Tidak apa
Tapi dengannya, kau buka kotak hitam ku
Kau telanjangi kemaluan ku
Itu kejam dan kurang ajar!
Keterlaluan!

Dengar ku, Nona!
Kau perempuan yang menulis perasaan
Dan ku tersinggung, tanya kenapa
Kelakianku yang kau ancam
Tulisanmu adalah racun timbal
Yang dapat membuat ku impoten
Kutu busuk!

Nona,
Kehadiranmu tidak penting
Gugatanmu menyakitkan
Cara pandangmu terlalu menantang
Ku manusia dengan perasaan
Ku tidak ingin dibandingkan
Jangan kau rendahkan ku
Berhentilah menganalisa ku
Ku mohon!

Nona,
Jadilah perempuan sesuai norma
Yang menulis dalam metafora
Ku lelaki normal
Ku ingin kasih sayang dan menjadi imam
Ku di sini ‘tuk bercinta denganmu
Bukan untuk membaca tulisanmu

Nona,
Lihat apa yang tlah kau lakukan pada ku!

Mulai ditulis di Nagan, 23 Februari dan diselesaikan di Kasongan, 14 Mei 2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s