Perjalanan-Saya

Mudik ke Jakarta


Idul Fitri menjadi kurang bernilai tanpa adanya ziarah massal ke asal. Begitu juga saya. Lahir dan besar di Jakarta, saya pun pulang kampung halaman. Orang tua saya yang malas berjubelan memutuskan untuk di Jakarta selama Lebaran. Mereka tidak pulang ke Sidoarjo.

Saya dan orang tua memiliki kampung halaman yang berbeda. Kampung saya adalah Jakarta sementara kampung orang tua ada di Desa Waung, Sidoarjo. Tiket kereta api sudah di tangan. Saya mudik tanggal 9 Oktober menggunakan kereta eksekutif Taksaka pagi.

Jam 9 pagi saya pamitan ke tetangga kos. Menitipkan kunci ke Sofie dan berangkat ke stasiun. Dalam perjalanan, berhenti sebentar untuk membeli oleh-oleh yangko dan bakpia. Beres! Sampai di stasiun Tugu saya tidak langsung masuk melainkan menunggu Nanang, teman yang saya titipi motor.

Perjalanan ke Jakarta kali ini multi tujuan. Pertama, silahturahmi ke orang tua, teman, dan tetangga. Kedua, membayar zakat fitrah di mesjid An-Nur (hehehe, cari uang di Yogyakarta, dikeluarkan di Jakarta). Ketiga, untuk membayar pajak STNK motor. Keempat, bertandang ke Program Kajian Wanita UI untuk mencari referensi untuk menulis makalah.

Sudah bertahun-tahun lamanya saya tidak pernah naik kereta api di pagi hari. Ini adalah kali pertama setelah sekian lama. Saya duduk di dekat jendela yang sayangnya buram. Apesnya lagi, di samping saya duduk seorang perempuan muda dengan bau badan yang menyengat. Oh no!

Dia bersama keluarganya dan saya heran mengapa dia tidak duduk di kursi lain karena pada hari itu masih banyak kursi yang kosong. Why me? Ya, sudahlah. Belum lagi di belakang saya duduk seorang pemuda yang sejak keberangkatan lengket dengan HP-nya menelepon beberapa teman. Dia baru berhenti menelepon ketika memasuki stasiun Ketanggungan. Setelah itu dia mulai menelepon lagi.

Saya membawa satu tas bagpack, satu tas kecil berisi oleh-oleh baju, dan sebuah kantong plastik berisi buku. Sesuai dengan nasehat ibunda maka seluruhnya saya letakkan di bawah, dekat kaki. Maklum, ini mau hari raya dan copet ada di mana saja. Ibu pun berencana untuk menjemput saya di stasiun Jatinegara. Dia menggunakan kendaraan umum. Dia sangat khawatir saya lengah sehingga kecopetan. Masak anak cewek satu-satunya diculik? Kan lagi musim tuh penculikan.

Kereta sebenarnya sudah akan tepat waktu. Tapi setelah stasiun Karawang, kereta berhenti cukup lama karena menunggu kereta lain lewat. Alhasil kereta sampai di Jatinegara telat hampir 30 menit. Waduh, kasihan ibu.

Keluar dari kereta, saya dikagetkan dengan banyaknya calon pemudik yang duduk dan menggelar tikar di ruang tunggu stasiun. Ya, biasanya saya balik bukan pada musim mudik. Saya pun menemukan ibu duduk di dekat pintu keluar. Karena saya kebelet pipis, saya langsung ngibrit ke WC umum. Keluar dari stasiun, ibu rupanya baru berbuka dengan air aqua dan mengajak saya makan. Wuih, ramenya! Ibu saya sampai geleng-geleng kepala. Selamat datang di Jakarta!

Kami makan di kaki lima. Saya lapar, lapar dan lapar. Dua porsi dihargai 21 ribu. Berhubung Jakarta selalu musim macet jadi harus ada strategi untuk pulang ke rumah.

Saya tidak ingin berdiri sehingga akhirnya kami memilih untuk naik 06A dan turun di halte Cijantung. Dari sana kemudian disambung dengan naik 09 sampai di depan Jalan Damai. Perjalanan itu memakan waktu hampir satu setengah jam.

“Ini kampung halamanmu, Ken.” Ujar ibu. “Kalo kampung ibu sih di Waung, Sidoarjo sono.”

Kami berdua punya kampung halaman yang berbeda.

Rupanya bapak sudah pulang dan seperti biasa mencuci mobilnya. Saya langsung masuk dan menuju ke kamar di lantai atas. Wah, kamar saya pengap dan monitor komputer tidak berada di tempatnya. Adik saya rupanya membawa monitor ke rumahnya. Istirahat saya terganggu dengan kehadiran nyamuk. Kok bisa banyak nyamuk?

Tenang rasanya sudah sampai di rumah. Rencana sudah disusun sedemikian rupa. Jakarta, my sweet and restless home.

Jakarta, Oktober 2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s